Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Camat Juwana Sunaryo hingga Kapolsek Juwana AKP Mudofar mendatangi massa demo di Alun-alun Juwana, Kabupaten Pati, Senin (13/10/2025). Keduanya pun ikut menandatangani petisi. 

Petisi tersebut berisikan mendukung perjuangan rakyat untuk melawan aksi premanisme dan melawan pemimpin yang arogan. 

Sebelum mendatangi petisi, mereka naik mobil komando demo untuk berbicara kepada massa. Sunaryo menyampaikan kepada massa yang peduli terhadap pemerintahan. 

”Negara kita adalah negara hukum yang melindungi dan mengayomi masyarakat. Oleh karena itu aksi premanisme di Indonesia harus dihilangkan, premanisme di Kabupaten Pati harus dihilangkan, premanisme di Juwana harus dihilangkan,” ujar dia. 

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Pati untuk mendukung persatuan sehingga kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini bisa maju, damai dan berkembang. 

”Mari kita tunjukkan semua tidak ada permusuhan, semuanya saudara untuk menciptakan Kabupaten Pati yang maju dan sejahtera,” tutur dia. 

Kapolsek Juwana AKP Mudofar menambahkan massa tak perlu khawatir dengan penanganan kasus pengeroyok dan percobaan pembakaran rumah Teguh Istiyanto, Koordinator Masyarakat Pati Bersatu. 

”Panjenengan tidak usah khawatir. kami akan mengusut tuntas premanisme. Segala tindakan premanisme melanggar hukum. Panjenengan sabar, perlu proses,” ungkap dia. 

Ia juga mengaku beberapa pelaku aksi premanisme sudah ditangkap di Polda. Ia pun meminta masyarakat untuk menunggu proses hukum ini. 

”Panjenengan tunggu prosesnya saya minta panjenengan ikut menjaga keterlibatan masyarakat,” tandas dia. 

Usai menamui massa, Kapolsek Juwana dan Camat Juwana diajak untuk menandatangani petisi yang berisikan dukungan pemberantasan aksi premanisme dan penolakan pemimpin arogan. 

”Petisi untuk memastikan agar kapolsek dan camat pro rakyat,” tandas koordinator aksi, Ali Mahmudi. 

Editor: supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler