Viral! Sejumlah Pria Ngamuk, Penjaga Warung Kena Pelecehan
Umar Hanafi
Kamis, 23 Oktober 2025 14:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Sebuah video memperlihatkan sejumlah pria mengamuk di warung. Video tersebut pun viral jagat maya Kabupaten Pati.
Dalam video CCTV tersebut terekam beberapa pria mengamuk di warung tersebut. Tampak seorang lelaki bertelanjang dada mengebrak meja hingga mengocar-ngacir warung.
Ia lalu duduk bersama rekan-rekannya di teras warung. Sontak hal ini membuat pengunjung warung lainnya ketakutan dan pergi.
Penjaga warung mencoba meredam suasana dengan menghampiri sekelompok pria tersebut, namun malah mendapatkan omongan kasar.
Usut punya usut, warung tersebut berada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.
Pemilik warung, Ani Nur menjelaskan kejadian ini terjadi sepekan yang lalu tepatnya pada Kamis (17/10/2025) lalu. Namun dia baru berani memviralkan kejadian tersebut di media sosial.
Dia menceritakan kejadian bermula saat ada sekelompok orang diduga sedang mabuk datang ke warungnya. Sekelompok orang itu kemudian mencoba memancing emosi pelanggan lainnya yang ada di warung.
”Awalnya orang-orang itu datang ke warung saya bawa minuman keras dari luar, mancing emosi pelanggan saya. Mulai dari lempar kacang dan lempar topi. Tapi pelanggan saya yang di dalam warung tidak merespon,” kata Ani saat dihubungi siang ini, Kamis (23/10/2025).
Maksa pemilik warung...
Lebih lanjut, untuk menghindari keributan adiknya berusaha menutup warung. Akan tetapi sekelompok orang tidak dikenal itu tak memperbolehkan dan marah. Bahkan adiknya mendapatkan perilaku yang tak pantas hingga mendapatkan pelecahan.
”Adik saya mau nutup warung tidak di bolehin. Mereka ngamuk, adik saya ditarik jilbabnya, diludahi, pas adik saya duduk pantatnya dipegang. Dan ada pelaku yang di dalam warung yang orang gendut malah bikin rusuh di dalam warung,” jelasnya.
Menurutnya ada pemilik ruko atau warung lainnya berusaha membantu adiknya, namun ikut kena amukan. Bahkan diludahi oleh kelompok pria tersebut.
Menurutnya setelah warung ditutup, sekelompok orang itu tidak mau pergi. Mereka kembali membuat onar di depan warung. Aksi mereka ini terekam di kamera CCTV pemilik warung.
”Dan posisi warung sudah ditutup pun (adik saya di dalam warung) mereka masih membabi buat seperti itu. Ngamuk di luar warung,” ungkap dia.
Ani mengaku trauma atas kejadian ini. Dia pun sudah melaporkan kepada polisi. Hanya untuk penanganan lebih lanjut belum ada informasi dari kepolisian.
”Saya laporan polsek jakenan, sampai sekarang belum ada tindakan ke pelaku belum tertangkap,” jelasnya.
Dimintai konfirmasi Kapolsek Jakenan, AKP Agus Arifin membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah melakukan pemeriksaan para saksi termasuk mengetahui pelakunya.
”Iya benar, saksi sudah kami periksa, sore ini jam 15.00 WIB juga ada pemeriksaan saksi lagi, akan kita tindaklanjuti,” Agus.
Editor: Cholis Anwar



