Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Belasan gudang garam di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ikut tergenang banjir. Akibatnya, petani garam rugi hingga miliaran rupiah.

Sejumlah pabrik dan gudang garam yang berada di tepi Jalur Pantura Pati-Rembang itu terendam banjir sejak Rabu (10/12/2025) malam dengan ketinggian air hingga 1 meter. Akibatnya, nyaris semua garam hanyut terbawa banjir.

Saat ini, para petani hanya bisa pasrah karena gudang penuh dengan lumpur sisa banjir yang kini sudah surut. Mereka lantas membersihkan sisa-sisa banjir itu dan berharap banjir tak datang lagi.

Sekretaris Desa Ketitangwetan, Ismail mengatakan, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren itu mengakibatkan belasan gudang terendam banjir, termasuk miliknya. Saat ini, sebagian besar garam di gudangnya lenyap.

”Untuk kondisi terkini banyak garam yang hanyut terbawa banjir sejak tadi malam. Kondisi banjirnya cukup parah. Tadi malam sampai seperut orang dewasa dan di belakang sampai pundak,” ujar dia, Kamis (11/12/2025).

Meski belum menghitung secara pasti, tapi Ismail memperkirakan kerugian yang dialami para petani mencapai miliaran rupiah. Kerugian dari gudang miliknya saja ditaksir mencapai Rp 400 juta.

”Kerugian dihitung dari harga garam sekarang, mungkin miliaran (rupiah) lah. Kita belum bisa menghitung secara pasti. Satu gudang sendiri kerugiannya Rp 300 sampai Rp 400 juta,” ungkap Ismail.

Dengan kondisi ini, Ismail berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati hingga Pemerintah Pusat segera menangani tanggul yang jebol. Mengingat, saat ini sudah musim hujan dan intensitasnya juga tinggi.

”Harapan kami penanganan segera dilakukan terutama untuk mangantisipasi karena curah hujan yang tinggi. Apalagi kita ada di posisi hilir sungai, air dari atas mengalir ke sini semua,” tandas dia.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler