”Kalau dilibatkan atau tidaknya, bagi kami hanya kurang komunikasi dan bersinergi. semoga saja nanti semakin terjalin semua tergantung Kades. kami sebagai Mitra akan mendampingi dan mengawasi kinerja Pemdes. Intinya kurang komunikasi. Adanya masyarakat ini kami berterimakasih,” tegas dia.
Kades Sukolilo, Ahmad Amirudin menambahkan, pihaknya berusaha memberitahukan proyek di pemerintahannya. Meskipun sebatas informasi melalui aplikasi pesan singkat. Pihaknya pun berjanji bakal meningkatkan komunikasi dengan BPD.
”Kami memberitahukan kebijakan. Sudah ada komunikasi sebelumya walaupun non rapat. Pemberihuan dengan WA atau lainnya. Saya berterima kasih dengan ini. Mungkin saya ada kekurangan. Ini agar lebih baik,” tandas dia.
Murianews, Pati – Massa demo di Balai Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah juga menyoroti kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Mereka menilai lembaga perwakilan masyarakat tersebut mandul atau tak bekerja dengan maksimal.
Koordinator Aliansi Masyarakat Sukolilo, Suyono menilai, ini membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sukolilo kurang melibatkan BPD dalam mengambil keputusan. Termasuk pembangunan hingga pengadaan truk pengangkut sampah yang saat ini dinilai mangkrak.
”BPD mandul. Semoga diperbaiki dengan hal ini. BPD kurang harmonis dengan Pemdes,” ujar Suyono kepada Murianews.com usai demo, Kamis (11/12/2025).
Ia pun berharap demo ini menjadi inspirasi masyarakat desa lainnya. Dengan tumbuhnya kritik dari masyarakat, maka pengelolaan desa bakal semakin baik dan transparan.
”Untuk desa yang lain semoga juga transparan. Untuk KPK saya meminta untuk mengintervensi Pemerintah Kabupaten Pati,” kata dia.
Sementara itu, Ketua BPD Sukolilo, Muhammad Agus Sakurianto mengaku sudah berusaha bekerja. Termasuk mengawal demo dan menyerap aspirasi dari warga.
”Yang jelas kami memberikan tugas termasuk ini kami menampung aspirasi. Walaupun kami BPD, kami akan melakukan permusyawaratan dengan perangkat desa, terutama dalam hal ini dengan Kepala Desa selaku penanggungjawab Pemdes Sukolilo,” ujar dia.
Meskipun demikian, ia mengaku kurang dilibatkan oleh Pemdes Sukolilo dalam menentukan kebijakan. Menurutnya, hal tersebut hanya soal komunikasi yang kurang lancar.
Kades Sukolilo...
”Kalau dilibatkan atau tidaknya, bagi kami hanya kurang komunikasi dan bersinergi. semoga saja nanti semakin terjalin semua tergantung Kades. kami sebagai Mitra akan mendampingi dan mengawasi kinerja Pemdes. Intinya kurang komunikasi. Adanya masyarakat ini kami berterimakasih,” tegas dia.
Kades Sukolilo, Ahmad Amirudin menambahkan, pihaknya berusaha memberitahukan proyek di pemerintahannya. Meskipun sebatas informasi melalui aplikasi pesan singkat. Pihaknya pun berjanji bakal meningkatkan komunikasi dengan BPD.
”Kami memberitahukan kebijakan. Sudah ada komunikasi sebelumya walaupun non rapat. Pemberihuan dengan WA atau lainnya. Saya berterima kasih dengan ini. Mungkin saya ada kekurangan. Ini agar lebih baik,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar