Demo Kenaikan UMK Pati 2026: Harga BO Naik, Upah Harus Naik
Umar Hanafi
Senin, 22 Desember 2025 14:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Kita ke pendopo Kabupaten Pati untuk ketemu Bupati Pati supaya memihak kepada rakyatnya. Kita sepakat menolak upah murah,” lanjut dia.
Menurutnya adanya usulan ini sudah diatur oleh pemerintah. Pekerja hanya mengusulkan variabel alfa antara 0,5 sampai 0,9 saja. Dalam perhitungan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2025 dan 2026, pemerintah menggunakan variabel alfa sebagai indeks yang mewakili kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi.
”Kita mengawal sidang upah yang sedang dilaksanakan hari ini. Kami serikat mengawal usulan dimana dari usulan teman-teman alfanya minta 0,9. Jadi kita juga ada regulasi dari pemerintah bahwa alfa itu 0,5 sampai 0,9,” jelasnya.
Tidak hanya itu usulan kenaikan UMK Pati 2026 ini karena Pati menjadi daerah yang terendah dibandingkan Kudus dan Jepara. Menurutnya dengan kenaikan alfa 0,9 tersebut upah pekerja di Pati semula Rp 2,3 juta menjadi Rp 2,5 juta.
”Menurut kami usulan 0,9 itu ketemunya Rp 2,5 juta. Jadi intinya kami dari pekerja tetap 0,9 kalau dewan upah kami ke Pendopo Kabupaten Pati. Semula Rp 2,3 juta menjadi Rp 2,5 juta,” jelasnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



