Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Sejumlah sekolah di Kayen Pati mempunyai cara unik mengajarkan siswa peduli Pegunungan Kendeng. Mereka menggelar serangkaian kegiatan yang diberi nama ’Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu’.

Kegiatan itu diinisiasi oleh siswa Pecinta Alam SMA 1 Kayen (Sispala Jaga Prana). Selain itu juga diikuti juga oleh Teater Sekar Langit SMA PGRI 2 Kayen serta sejumlah aktivis lingkungan.

Kegiatan Nandur Banyu itu sengaja digelar di lereng Pegunungan Kendeng tepatnya di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati pada 28 hingga 29 Desember 2025. Para pelajar itu diajak untuk menjelajah untuk susur Gua Gogor dan Gua Lowo. Mereka diberi wawasan terkait pentingnya pegunungan karst.

”Kami tunjukkan bagaiamana Pegunungan Kendeng sebagai kawasan karst begitu penting. Karakter pegunungan yang bisa menyerap air. Ditunjukkan dengan adanya stalaktit dan stalagmit yang masih meneteskan air hingga saat ini,” ungkap Aziz Wisanggeni guru SMA N 1 Kayen, Selasa (30/12/2025).

Aktivis dari Kendeng Adventure juga digandeng untuk memberi wawasan lingkungan kepada para siswa. Menariknya diskusi yang digelar dalam kegiatan’Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu’ itu juga diadakan di Gua Lowo.

Selain itu juga disampaikan materi terkait pemanfaatan sampah menjadi bahan seni tepat guna sekaligus pemanfaatan media untuk alam dan lingkungan yang disampaikan oleh jurnalis. Kegiatan ’Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu’ ini berlangsung serius.

”Kami juga mengajak para siswa untuk berkemah di bukit Layang. Kami ajak mereka untuk merasakan langsung alam yang indah ini,” terang pria yang juga Pembimbing Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam SMAN 1 Kayen tersebut.

Susur Sungai...

Tak berhenti disitu, para siswa juga diajak untuk melakukan susur sungai Bandung sepanjang tiga kilometer dalam kegiatan ’Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu’. Mereka diajak untuk melihat aliran sungai hingga menjelajah ke Jembatan lokomotif peninggalan Belanda dan Kedung Jurug sekaligus ke sejumlah tempat yang masih menyimpan diduga fosil binatang.

Sebagai puncaknya, para siswa kemudian diajak menanam seratus pohon mangga di kawasan Pegunungan Kendeng. Langkah itu menjadi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan alam.

”Karena seperti diketahui hampir setiap tahun di kawasan Pati Selatan sering terjadi bencana banjir. Sementara pohon mangga sendiri memiliki karakter pohon keras dengan akar yang menjadikan air mudah meresap ke tanah,” ujar dia.

Selain itu pohon buah itu dinilai memiliki banyak manfaat. Baik bagi manusia maupun habitat di Pegunungan Kendeng seperti untuk pangan hewan. Kegiatan yang diberi nama ’Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu’ diharapkan bisa memunculkan sikap peduli para siswa.

”Kami berharap lewat kegiatan semacam ini bisa membuat para siswa menjadi lebih peduli untuk melestarikan lingkungan. Bagaimanapun generasi muda seperti mereka yang akan berperan besar di masa mendatang,” harap Aziz.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler