Hal senada juga perwakilan warga lainnya, Abdul Jabar. Pengurus sepak bola ini mengaku tak mau pengembangan sepak bola Desa Tambaharjo menjadi korban lantaran terdampak pembangunan Kopdes Merah Putih.
”Kalau sepakbola sudah dibunuh karakternya, nanti kita mau olahraga di mana gitu enaknya,” tandas dia.
Murianews, Pati – Video penolakan pembangunan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih viral di jagad maya. Warga menolak pembangunan Kopdes tersebut lantaran bakal dibangun di area lapangan sepak bola.
Dalam video yang beredar pada Senin (5/1/2026) kemarin terlihat sejumlah warga berdebat dengan beberapa orang yang diduga dari unsur Pemerintah Desa (Pemdes) Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.
Warga yang mengaku dari pemuda tersebut menolak pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Tambaharjo lantaran memakan lapangan sepak bola. Apalagi aktivitas sepak bola di desa tersebut tergolong aktif.
”Lama-lama tak ada lapangan sepak bola gara-gara diserobot kopdes merah putih. Sudah terjadi di berbagai daerah, gerai koperasi desa merah putih dibangun di lapangan sepak bola yang seharusnya dibuat olahraga. Kali ini terjadi di desa Tambaharjo Pati Jawa Tengah,” tulis pemilik akun Instagram @feedgramindo.
Salah satu warga yang menolak berdirinya kopdes itu yakni, Sutarno. Warung nasi miliknya yang berada di samping lapangan terancam ikut tergusur dengan pendirinya Kopdes Merah Putih.
”Orang terlantar dipelihara negara, orang sudah berdiri (mandiri) jangan ditelantarkan. dan bangun ini harusnya pakai logika. Harusnya ada pro dan kontra antara Pemdes dan BPD. Kenapa harus setuju semuanya,” ujar dia saat ditemui di lokasi, Selasa (6/1/2025).
Ia mengaku tak anti dengan pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Tambaharjo. Namun dirinya menolak bila pembangunan Kopdes tersebut di lapangan sepak bola. Apalagi ada sejumlah lahan kosong yang bisa menjadi alternatif untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
”Lebih baik KDMP itu dipindah di lokasi lain. Jadi tidak mengganggu fasilitas umum. Di sebelah utara juga ada tanah desa, di sebelah barat lapangan ada, terus di belakang ruko Jalan Payang juga ada. Banyak sekali lokasinya. Saya ndak tahu kenapa dipaksakan di sini,” imbuh dia.
Sepak bola aktif...
Hal senada juga perwakilan warga lainnya, Abdul Jabar. Pengurus sepak bola ini mengaku tak mau pengembangan sepak bola Desa Tambaharjo menjadi korban lantaran terdampak pembangunan Kopdes Merah Putih.
”Kalau sepakbola sudah dibunuh karakternya, nanti kita mau olahraga di mana gitu enaknya,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar