Nelayan Pati Ditemukan Meninggal Usai Diterjang Badai di Laut Jawa
Umar Hanafi
Sabtu, 24 Januari 2026 14:37:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia menambahkan, proses pencarian nelayan itu melibatkan unsur Satpolairud, SAR, Polsek Dukuhseti, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan. Koordinasi intens dilakukan sejak laporan awal diterima.
”Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat,” ucap Hendrik.
Selain satu korban yang telah ditemukan, Kompol Hendrik mengungkapkan masih ada satu nelayan lain yang hingga kini belum ditemukan. Korban kedua bernama Winarto (42), warga Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti.
”Satu korban lainnya masih dalam pencarian dan akan dilanjutkan besok pagi,” ungkapnya.
Pencarian lanjutan akan difokuskan di sekitar lokasi awal korban hilang dan mengikuti arah arus laut. Tim gabungan akan melakukan penyisiran menggunakan perahu nelayan dan kapal patroli.
”Kami menyesuaikan pencarian dengan kondisi arus dan cuaca di lapangan,” kata Hendrik.
Kompol Hendrik juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca, khususnya saat musim angin barat. Ia meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut jika cuaca tidak memungkinkan.
”Keselamatan adalah yang utama, selalu pantau informasi cuaca sebelum melaut,” pungkasnya.
Editor: Budi Santoso



