Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – SDN Kutoharjo 03, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami kebakaran, Sabtu (28/2/2026) malam. Warga setempat mengungkapkan kronologi kebakaran tersebut.
Warga setempat Erik Setiawan menjelaskan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Waktu itu warga sedang khusuk salat tarawih.
Tiba-tiba ada percikan api yang SDN Kutoharjo 03. Warga pun berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat dan mencoba memadamkan si jaga merah.
”Kejadiannya pukul 19.30 WIB. Ada percikan api perpustakaan. Kemudian merembet ke musala. Setelah itu (ada yang) melaporkan ke Damkar,” ujar Erik kepada Murianews.com, Minggu (1/3/2026).
Selang beberapa saat, tim pemadam kebakaran datang ke lokasi. Mereka sampai di lokasi kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebanyak 2 armada kebakaran dikerahkan. Lima anggota Damkar Satpol PP Kabupaten Pati juga ikut dikerahkan untuk menjinakkan si jago mereh.
”Laporan masuk pukul 20.00 WIB. Damkar Pati segera berangkat dengan membawa 2 armada dan 5 anggota damkar,” kata Kasi Damkar Pati Wahyu Widiatmoko.
Hingga akhirnya, mereka dibantu warga dan anggota TNI/Polri berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 21.15 WIB sebelum merembet ke ruang lainnya. Kebakaran menghanguskan perpustakaan dan sebagian musala.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meskipun demikian, pihak sekolah mengalami kerugian ditaksir hingga Rp 50 juta.
”Kerugian kurang lebih Rp 50.000.000,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar



