Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dalam menyebarkan IsIam, Sunan Maqdum lebih fokus mengajarkan tentang tauhid atau ketuhanan. Pendekatan ini dinilai lebih cocok menghadapi masyarakat Jawa saat itu.

”Beliau mengenalkan ajaran tauhid,” kata dia.

Tidak diketahui waktu wafatnya Sunan Maqdum. Meskipun demikian, Suyuti dan kebanyakan masyarakat menyakini Sunan Maqdum wafat di awal abad 15. Sunan Maqdum juga diyakini pimpinan Walisongo generasi pertama

”(Dakwahnya) diteruskan generasi berikutnya yaitu generasi Walisongo yang terkenal. Sekarang Walisongo sudah delapan generasi,” ungkap dia.

Dirinya mengakui masih minim literasi tentang Sunan Maqdum. Meskipun demikian, jasa Sunan Maqdum patut diapresiasi.

”Sejarahnya masih simpang siur. Tapi beliau berjasa. Mungkin saja bila tidak ada wali, kita belum ada masjid dan musala. Maka kita harus hormati jasa wali yang syiar Islam,” tandas dia.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler