Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Kelurahan Parenggan, Kecamatan Pati menjadi salah satu pusat penyebaran IsIam di Pati pada tahun 1400-an masehi atau abad ke-15. Penamaan Parenggan pun tak luput dari sejarah penyebaran IsIam.
Juru Kunci Makam Sunan Maqdum Pati, M Suyuti memaparkan penamaan Parenggan terjadi setelah Abdurrahman Al Mahdum atau Mbah Sunan Maqdum atau Sunan Makdum singgah dan menyebar ajaran Islam di Pulau Muria. Tepatnya di Kabupaten Pati.
Saat itu, Gunung Muria masih terpisah dengan Pulau Jawa. Lantaran adanya Selat Muria. Menurutnya ini terkonfirmasi dengan bukti masyarakat di sekitar Sungai Juwana merasakan asin saat meminum air sumur.
Kala itu, kebanyakan masyarakat di Pulau Muria masih memeluk agama Hindu-Budha. Termasuk wilayah yang saat ini dinamakan Parenggan.
Hal ini membuat Raja Turki Utsmani atau Bani Utsmaniyah, Sultan Muhammad I atau Mehmed I Çelebi (1386-1421 M) mengutus Sunan Maqdum untuk menyebarkan agama IsIam.
”Beliau tidak sendirian. Ada sahabat yang mendampingi. Yaitu Syekh Subakir dan Maulana Maghribi,” ujar M Suyuti kepada Murianews.com.
Mereka pun menyebar dan berkelana ke sejumlah kota di Jawa. Hingga akhirnya, Sunan Maqdum sampai di Pati. Ia pun bersinggungan dengan umat agama lainnya yang lebih dahulu berada di sana.
Langganan Banjir...
- 1
- 2



