Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

​Murianews, Rembang – Prosesi pernikahan nyeleneh terjadi di Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pengantin pria, Vicky Rio Wimbi Utomo menggunakan bibit mangga sebagai mahar untuk meminang belahan jiwanya.

Prosesi pernikahan tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) lalu. Vicky sebenarnya pemuda asal Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati.

Ia menikahi pujaan hatinya yang merupakan warga Rembang Feronika Parastuti. Video pernikahan nyeleneh ini pun tersebar di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Ketika dikonfirmasi, Vicky mengaku pilihan bibit mangga ini bukan tanpa alasan. Pemilihan pohon mangga sebagai simbol doa dan harapan yang mendalam bagi perjalanan rumah tangga mereka.

​Bagi Vicky, mahar pohon mangga bukan sekadar pemberian formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk merawat kehidupan bersama. Ia mengungkapkan bahwa setiap bagian dari pohon tersebut mewakili fase dalam pernikahan mereka.

​”Saya memilih bibit mangga sebagai mahar, adalah doa yang kutanam dalam-dalam di tanah kehidupan. Agar cinta kita tumbuh seperti akarnya, menguat meski tak selalu terlihat, dan menjulang seperti batangnya, teguh menghadapi musim apa pun,” ungkap Vicky, Kamis (2/4/2026).

​Ia berharap, kelak saat pohon tersebut berbuah, manisnya menjadi saksi atas kesabaran yang mereka rawat bersama. Baginya, pernikahan adalah pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi pasangan, tetapi juga untuk bumi yang mereka pijak.

​”Karena mahar ini bukan sekadar pemberian, melainkan kehidupan yang kutitipkan untuk kita jaga, kita rawat, hingga waktu mengajarkan arti keberkahan yang sesungguhnya,” ungkap dia.

Apresiasi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler