Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Prosesi pernikahan nyeleneh terjadi di Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pengantin pria, Vicky Rio Wimbi Utomo menggunakan bibit mangga sebagai mahar untuk meminang belahan jiwanya.
Prosesi pernikahan tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) lalu. Vicky sebenarnya pemuda asal Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati.
Ia menikahi pujaan hatinya yang merupakan warga Rembang Feronika Parastuti. Video pernikahan nyeleneh ini pun tersebar di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Ketika dikonfirmasi, Vicky mengaku pilihan bibit mangga ini bukan tanpa alasan. Pemilihan pohon mangga sebagai simbol doa dan harapan yang mendalam bagi perjalanan rumah tangga mereka.
Bagi Vicky, mahar pohon mangga bukan sekadar pemberian formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk merawat kehidupan bersama. Ia mengungkapkan bahwa setiap bagian dari pohon tersebut mewakili fase dalam pernikahan mereka.
”Saya memilih bibit mangga sebagai mahar, adalah doa yang kutanam dalam-dalam di tanah kehidupan. Agar cinta kita tumbuh seperti akarnya, menguat meski tak selalu terlihat, dan menjulang seperti batangnya, teguh menghadapi musim apa pun,” ungkap Vicky, Kamis (2/4/2026).
Ia berharap, kelak saat pohon tersebut berbuah, manisnya menjadi saksi atas kesabaran yang mereka rawat bersama. Baginya, pernikahan adalah pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi pasangan, tetapi juga untuk bumi yang mereka pijak.
”Karena mahar ini bukan sekadar pemberian, melainkan kehidupan yang kutitipkan untuk kita jaga, kita rawat, hingga waktu mengajarkan arti keberkahan yang sesungguhnya,” ungkap dia.
Apresiasi...
Aksi inspiratif ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, H Moh Mukson. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif pasangan tersebut yang dinilai sejalan dengan visi besar Kementerian Agama.
”Kami sangat mengapresiasi mahar dua bibit mangga ini. Saat ini, Kementerian Agama sedang getol menggalakkan program Teoekologi, yaitu upaya melestarikan lingkungan berdasarkan ajaran agama,” ujar dia.
Pihaknya berharap aksi pasangan ini dapat menjadi inspirasi bagi calon pengantin lainnya. Menurut Mukson, melalui akad yang suci, Vicky dan Feronika telah memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan.
”Jadi, baru di awal pernikahan sudah memberikan dampak positif kepada kelestarian dengan mahar pohon itu. Dan tentu harapannya nanti mereka bersungguh-sungguh dalam merawat pohon sebagai mana merawat perkawinan,” harap dia.
Pihak Kemenag pun mendoakan agar pasangan ini menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah.
Dengan mahar ini, pernikahan mereka diharapkan membawa manfaat luas, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun keberlangsungan bumi yang lebih baik di masa depan.
Editor: Cholis Anwar



