Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu Pati Pangkas Keuntungan
Umar Hanafi
Rabu, 8 April 2026 19:11:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Harga kedelai merangkak naik pada bulan April 2026. Kondisi ini membuat produsen tahu di Pati pun terpaksa ngalah dan memangkas keuntungan.
Salah satu produsen tahu tersebut Dion. Produsen asal Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati itu mengeluhkan lonjakan harga bahan baku utama tahu.
Dion bercerita, harga kedelai saat ini mengalami kenaikan cukup tajam. Bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum Ramadan. Saat ini harga kedelai di pasaran menembus Rp 11 ribu per kg. Padahal, sebelumnya, harganya hanya Rp 9 ribu per kg.
”Sebelumnya itu sekitar Rp 9.000 per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp 10.600 sampai hampir Rp 11.000,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Dalam sehari, Dion menghabiskan sekitar 70 kilogram kedelai yang diolah menjadi sekitar 40 papan tahu. Setiap papan berisi kurang lebih 100 potong tahu. Dengan skala produksi tersebut, kenaikan harga kedelai sangat berpengaruh terhadap biaya operasional harian.
Putar otak...



