Ia mengaku sempat khawatir ketika anaknya menunjukkan gejala bintik merah. Meski sebelumnya sudah mendapatkan vaksin campak saat usia 9 bulan, Elvira memahami bahwa imunisasi ORI Campak memberikan perlindungan tambahan untuk mencegah komplikasi.
Menurut dia, vaksinasi adalah cara aman membangun kekebalan tubuh karena menggunakan virus campak yang telah dilemahkan. Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai ramah, komunikatif, serta memberikan kenyamanan selama proses imunisasi berlangsung.
Murianews, Pati – Kabupaten Pati, Jawa Tengah masuk kategori Kejadian Luar Biasa atau KLB Campak. Hal ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati menggelar vaksinasi massal.
Salah satu wilayah yang mempunyai kasus campak tinggi yakni Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo. Sejumlah anak di desa tersebut pun disuntik vaksin campak, Kamis (9/4/2026).
Vaksin ini mulai program Outbreak Response Immunization (ORI) untuk menekan penyebaran virus campak. Kegiatan vaksinasi massal ini dipusatkan di wilayah Kecamatan Margorejo, khususnya di Desa Jambean Kidul, dengan sasaran ratusan anak.
”Hari ini kami melaksanakan ORI campak di Desa Jambean Kidul dengan sasaran 266 anak, mulai dari bayi, balita hingga usia di bawah 7 tahun,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Pati, Salis Diah Rahmawati, Kamis (9/4/2026).
Ia mengungkapkan, vaksinasi campak di Pati dilakukan di tiga titik, yakni Balai Desa (164 anak), TK Nusa Indah, dan RA setempat. Salis menegaskan, fokus penanganan saat ini masih di Kecamatan Margorejo karena sebagian besar kasus ditemukan di wilayah tersebut.
Jumlah kasus...
Berdasarkan data terbaru dari DKK Pati, terdapat 20 kasus campak di Kabupaten Pati, dengan sekitar 14 kasus berada di Kecamatan Margorejo, termasuk Desa Jambean Kidul.
”Alhamdulillah, dari 20 kasus tersebut sebagian besar sudah membaik. Namun vaksinasi tetap dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kasus campak dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama selama momen Ramadan dan Lebaran. Selain itu, masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Pihaknya berharap melalui program ORI ini, rantai penularan campak dapat segera diputus, khususnya di wilayah terdampak. Selain itu, imunisasi juga penting untuk mencegah risiko komplikasi serius pada anak.
Warga pun menyambut baik upaya tersebut, salah satunya Elvira, yang langsung membawa anaknya yang berusia 3 tahun ke pos imunisasi.
”Di Jambean ini sudah ada beberapa kasus campak, makanya digalakkan imunisasi ini agar anak memiliki antibodi,” ujar Elvira.
Gejala..
Ia mengaku sempat khawatir ketika anaknya menunjukkan gejala bintik merah. Meski sebelumnya sudah mendapatkan vaksin campak saat usia 9 bulan, Elvira memahami bahwa imunisasi ORI Campak memberikan perlindungan tambahan untuk mencegah komplikasi.
Menurut dia, vaksinasi adalah cara aman membangun kekebalan tubuh karena menggunakan virus campak yang telah dilemahkan. Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang dinilai ramah, komunikatif, serta memberikan kenyamanan selama proses imunisasi berlangsung.
Editor: Anggara Jiwandhana