Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tak mempermasalahkan bila dipimpin kader naturalisasi atau orang yang menjadi kader menjelang pencalonan.
Wakil Ketua DPC PKB Pati Sunoto mengungkapkan, semua kader PKB Pati berhak diusulkan menjadi Ketua DPC PKB Pati. Termasuk Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang disebut sebagai kader naturalisasi.
Bahkan, dari tujuh usulan calon Ketua DPC PKB Pati, tak hanya Chandra yang disebut kader naturalisasi. Anggota DPRD Jateng Sugiharto juga kader naturalisasi.
”Kader kan berhak. Semua kader berhak diusulkan. Pak Sugiharto kan asalnya juga (bukan dari PKB), Gerindra. Tapi diusulkan. Selama menjadi kader ya berhak,” ungkap Sunoto yang juga Ketua Panitia Muscab PKB Pati, Kamis (16/4/2026).
Meskipun demikian, Sunoto berharap yang dipilih menjadi Ketua DPC PKB Pati 2026-2030 nanti benar-benar kader yang loyal dan mempunyai dedikasikan tinggi untuk partai.
”Pimpinan DPC Kabupaten Pati itu memang berangkat kader. Yang utama adalah loyalitas kader dan dedikasi kader,” kata dia.
Dirinya tidak mau, kader yang dipilih DPP menjadi Ketua DPC PKB Pati lantaran sekadar mempunyai ’amunisi uang’ yang banyak, tanpa mempunyai loyalitas.
”Kita tidak ingin partai ini menjadi ajang lelang. Kalau yang dipilih yang punya uang ya dilelang saja. Yang berani sekian jadi ketua partai, kan cukup. Ndak perlu ribet kayak gini,” ungkap dia.
Merupakan Kader Hasil Naturalisasi...
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku dirinya merupakan kader dari hasil naturalisasi. Ini diungkapkan Chandra usai menghadiri seremonial pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Pati di Hotel Gitrary Pati, Kamis (16/4/2026).
Chandra mengaku masuk dan menjadi kader PKB menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati 2024 lalu. Saat itu, dirinya masuk bursa calon wakil Bupati Pati. Dirinya pun menyebut dirinya sebagai kader naturalisasi.
”Kita masuk PKB kan saat pencalonan saat masuk bursa wakil Bupati Pati. Saya baru masuk PKB. Istilah kerennya kan naturalisasi,” ujar Chandra kepada Murianews.com.
Meskipun termasuk sebagai kader naturalisasi, dirinya mengaku siap bila dicalonkan menjadi Ketua DPC PKB Pati. Sebagai kader, harus siap ditugaskan.
Apalagi menurutnya, PKB Pati hadir bukan hanya untuk kader saja. Melainkan juga untuk masyarakat Kabupaten Pati secara luas.
”Semua kita belum tahu prosesnya. Artinya PKB Pati ini milik semua masyarakat Kabupaten Pati. Kita harus berdiri untuk kebutuhan masyarakat Pati. Kalau dicalonkan siap,” kata Chandra.
Kini, nama Chandra menjadi salah satu dari tujuh nama yang muncul dalam Muscab PKB Pati 2026. Candra dan kandidat lainnya bakal diuji dan nantinya dipilih DPP PKB untuk menjadi Ketua DPC PKB Pati.
Editor: Dani Agus



