Bantuan Puso Rp 15 Miliar Cair, 6.700 Petani Pati Bungah Sumrigah
Umar Hanafi
Selasa, 21 April 2026 15:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Bantuan Stimulan Puso tahap II (Bantuan Puso) untuk para petani Pati akhirnya cair. Dana sebesar Rp 15 miliar digelontorkan untuk membantu 6.700 petani Pati yang sempat mengalami gagal panen akibat banjir.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyerahkan secara simbolis Buku Tabungan Bantuan Stimulan Puso Tahap II (Bantuan Puso) kepada para petani terdampak gagal panen. Acara ini digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (21/4/2026).
Acara penyerahan Bantuan Puso bagi Petani Pati, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Kalakhar BPBD Pati, para kepala desa, serta kelompok tani penerima bantuan.
Bantuan puso Petani Pati ini merupakan program pemerintah pusat melalui BNPB bagi petani yang mengalami gagal panen akibat bencana banjir pada periode Januari hingga Maret 2023. Para Petani Pati, akhirnya bungah sumrigah bisa menerima bantuan puso yang sudah dijanjikan sejak beberapa tahun lalu ini.
Bantuan puso diberikan sebagai stimulan untuk membantu pemulihan sektor pertanian. Sebanyak 6.700 petani di Kabupaten Pati menerima manfaat dengan total nominal yang digelontorkan sebanyak Rp 15 miliar.
”Alhamdulillah hari ini bisa terealisasi sejumlah 15 miliar rupiah, bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 6.700 petani yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Bantuan puso tersebut disalurkan kepada petani di empat kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen. Besaran bantuan puso yang diberikan nilainya mencapai Rp 8 juta per hektare.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi para petani penerima bantuan puso saat ini telah terdata dengan baik. Pemerintah pusat juga memberikan perhatian serius terhadap ketahanan pangan nasional.
”Alhamdulillah sudah clear, dan insyaallah untuk ketahanan pangan ini Bapak Presiden sangat konsen sekali, sehingga kemarin kami semua kepala daerah dipanggil di Rakornas di Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan-bantuan terkait musim kemarau mendatang,” pungkasnya.
Editor: Budi Santoso



