Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Populasi atau jumlah hewan kurban di Pati mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. Hal ini membuat harga hewan kurban di Bumi Mina Tani berpotensi mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, Andi Hirawadi mengungkapkan, jumlah hewan ternak di daerahnya saat ini sekitar puluhan ribu.

Jumlahnya turun hingga 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan adanya Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada beberapa tahun yang lalu.

”Kalau yang normal-normal dulu sebelum PMK populasinya 100 ribuan (120-an ribu). Itua pada tahun 2020-2019. Sekarang populasi (hewan ternak) kita 60 ribuan. Ada penurunan sekitar 50 persen,” katanya, Senin (18/5/2026).

Andi menyebut penyebab penurunan populasi hewan ternak atau hewan kurban di Pati Bumi Mina Tani ini akibat munculnya PMK beberapa tahun belakangan ini. Kondisi itu membuat para peternak trauma karena ternaknya mati.

”Penyebabnya banyak masyarakat enggak berani memelihara kasus sebelumnya (PMK). Karena nilai ekonomis turun sebelumnya. Meskipun kita edukasi mereka masih trauma,” ucapnya.

Penurunan populasi...  

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler