Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pati – Budaya membaca masih minim di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak. Hal ini membuat Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meminta emak-emak di Pati ikut berperan dan menjadi agen literasi digital.

Harapan ini diungkapkan dalam Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan di Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/5/2026).

Acara ini melibatkan Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, para Bunda Literasi Kabupaten/Kota termasuk Bunda Literasi Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra, serta jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan penguatan literasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah. Tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

Maka dari itu, peran emak-emak di Pati ini sangat menentukan dalam membentuk pola belajar dan karakter anak sejak usia dini.

”Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Jadi harapan kami adalah bagaimana caranya ibu-ibu semua lebih meningkatkan ilmunya, lebih meningkatkan wawasannya, semua itu demi anak-anak kita semua,” ujar Chandra.

Menyaring informasi...   

Ia menilai, perkembangan teknologi digital saat ini harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi dan meningkatkan budaya membaca. Ia pun mendorong kolaborasi berbagai pihak agar gerakan literasi semakin masif di tengah masyarakat.

”Karena partisipasi seorang ibu adalah kunci keberhasilan dari pembangunan, khususnya kunci pembangunan dari generasi muda anak didik kita,” tutur dia.

Chandra juga menyoroti masih rendahnya minat membaca di kalangan anak-anak maupun masyarakat dewasa. Menurutnya, ini menjadi tantangan serius yang harus segera direspons bersama melalui penguatan budaya literasi di lingkungan keluarga.

”Makanya kita minta support dari Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah untuk sama-sama kita mengajak masyarakat dan anak-anak kita gemar membaca. Karena ilmu itu kita dapatkan, kita peroleh dari banyaknya literasi dari yang kita baca,” ujar Chandra.

Chandra pun berharap gerakan literasi digital dan budaya membaca dapat terus berkembang di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas di era digital.

Editor: Anggara Jiwandhana

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler