Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

”Kalau puluhan ton ada. Sampai hari ini kami tidak mampu mengolahnya. Itu kalau ditanami juga tidak bisa,” ungkap Susanto.

Makanya, Susanto kini hanya berharap ada solusi nyata dari pemilik Industri Tepung Tapioka. Mengingat, nilai kompensasi yang pihaknya terima selama satu tahun hanya Rp7 juta saja. Dana segitu bahkan tidak cukup untuk merawat sungai.

”Kami tidak kepingin menutup perusahaan atau apa, kami tidak. Tapi ketika mereka kaya raya, kami juga ingin dapat bagian hidup yang layak juga seperti yang lain,” pintanya.

Selain berharap solusi dari industri tepung tapioka, Susanto juga menggantungkan penyelesaian masalah dari pemerintah. Permintaannya tak muluk-muluk. Pihaknya hanya berharap air sungai yang dialiri limbah itu bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.

”Harapan kami pada pemerintah kabupaten, provinsi, pusat untuk betul-betul bagaimana solusinya. Karena ini bagian dari hajat hidup kami. Bagaimana mengelola sampah-sampah ini, bagaimana supaya air limbah bisa lebih bisa dimanfaatkan, sehingga kehidupan kami bisa lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler