Festival Kali Juwana Pati Dimulai, Momen Keroyokan Rawat Sungai
Umar Hanafi
Senin, 27 Juli 2026 15:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Festival Kali Juwana ke 7 resmi dimulai, Senin (27/7/2026). Festival ini sebagai momentum mulai keroyokan merawat Sungai Juwana, Kabupaten Pati.
Festival yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) dibuka dengan pemukulan gong tujuh kali oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Sekretariat Jampisawan.
Pada tahun ini, Jampisawan mengusung tema ’Sungai Waras, Masyarakat Waras’. Piagam Kolaborasi juga ditandatangani sebagai bentuk komitmen untuk merawat Sungai Juwana.
Penandatanganan tersebut dilakukan beberapa pihak, mulai dari Jampisawan, Pemkab Pati, Kemenag Pati, dan sejumlah NGO.
Sejumlah kegiatan bakal digelar di empat titik mulai dari tanggal 27 Juli hingga 17 Agustus dalam rangka Festival Kali Juwana ke 7 ini. Mulai dari bersih sungai, lomba-lomba, pameran, diskusi hingga upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Juru Bicara Jampisawan, Ari Subekti mengungkapkan, Festival Kali Juwana ini berkesinambungan dengan kondisi sungai Juwana. Khususnya terkait penyelesaian masalah lingkungan.
Harus terawat...
”Ini bagian dari kebudayaan ideologis yang dikembangkan di Jampisawan sehingga persoalan lingkungan khususnya di Sungai Juwana itu tak melulu diselesaikan dengan proyek, dengan pengerukan, pembangunan tanggul. Tapi kami ingin masyarakat, pemerintah dan semua pihak di Kabupaten Pati menghormati Sungai Juwana,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kelestarian Sungai Juwana ini harus terus rawat dan dijaga. Menurutnya, sungai merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat.
”Sungai Juwana sudah ada sebelum leluhur-leluhur kami, jadi wajib menghormati mereka sehingga menumbuhkan rasa cinta dan keperdulian terhadap sungai Juwana sehingga akhirnya masyarakat bisa merawat sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan sungai ini menjadi rusak,” tutur dia.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk bersama-sama merawat sungai. Komitmen ini dipertegas dengan penandatanganan piagam kolaborasi.
”Kami berharap ada piagam kolaborasi, kerja sama yang disepakati kita akan bersama-sama merawat sungai. Jampisawan hanya satu kelompok kecil. Tanggungjawab besar ada di pemerintahan. Yang punya kewenangan dan lain-lain,” beber dia.
Jampisawan...
Jampisawan juga siap menjadi jembatan untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang kondisi sungai. Sehingga kemudian ada kegiatan atau program yang berpihak kepada masyarakat.
”Piagam kolaborasi itu kita melibatkan FKUB, akademisi, ada NGO, harapannya semua kelompok ini bekerja sama, berkolaborasi dengan baik bukti kita sudah melakukan penandatanganan piagam kolaborasi itu menjadi pengingat kalau mereka lupa,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyatakan pihaknya mendukung terselenggaranya Festival Kali Juwana ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi upaya untuk mewujudkan sungai yang bersih.
”Acara ini kami sangat support. Festival sungai Juwana ke 7 di hadiri langsung sama DPRD, Kemenag, kita berfokus gimana caranya kita budayakan sungai itu menjadi sungai bersih. Supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Chandra juga mengaku akan berkomitmen terkait dalam menjaga Sungai Juwana ini. Dengan demikian persoalan di lingkungan khususnya Sungai Juwana ini dapat ditangani.
”Masalah sungai ini kami selalu komitmen. Jadi selalu berkoordinasi dengan BBWS khususnya Kabupaten Pati ini kalau ngomong masalah sungai selalu setiap tahun masalahnya banjir,” pungkasnya.
Editor: Anggara Jiwandhana



