Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (Demo AMPB) akhirnya benar-benar berlangsung di depan Gedung Kejari Pati. Ini menjadi demo perdana, dari rencana 5 hari aksi demo yang akan digelar AMPB di Pati.

Puluhan massa AMPB sebelumnya sudah tiba di lokasi Gedung Kejari Pati, pada Senin (27/5/2026) petang. Massa aksi tiba dengan membawa sejumlah atribut demo, berupa spanduk dan benda mirip keranda kematian sebagai bagian dari aksi mereka.

Pada keranda kematian berwarna putih, massa AMPB menuliskan kalimat “Keranda Mayat Kajari Pati Pelindung Koruptor & Jaksa Dxxxxx Pemeras Rakyat”. Jelas sekali pesan ini ditunjukan kepada pihak Kejari Pati yang dinilai mereka melakukan penyelewengan.

Para demonstran dari AMPB juga membawa spanduk berwarna putih bertuliskan tuntutan mereka. Pertama seruan untuk menangkap kades yang terlibat korupsi. Kemudian pemecatan Kajari Pati dan salah satu jaksa yang ada di Kejari Pati, serta salah satu pejabat di kejari Pati.

Oknum Jaksa yang disasar AMPB adalah Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya pernah bertugas menangani kasus dua pentolan AMPB, Teguh Istiyanto dan Supriyono Botok. Dalam orasinya, Teguh dan Botok bahkan menyebut oknum jaksa ini kerap memeras terdakwa dengan menjanjikan keringanan dalam penututan pidana.

Aksi AMPB yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sempat memanas dan memunculkan kericuhan. Itu terjadi saat aksi massa bermaksud membakar ban bekas di depan kantor Kejari Pati.

Aksi ini berubah menjadi panas terjadi ketika aparat keamanan dari Polres Pati menyemprotkan apar ke ban yang dibakar. Gulungan seperti asap yang muncul dari apar membuat para demonstran AMPB menjadi gusar.

Sehingga massa APMB dan polisi sempat terlibat dalam aksi saling dorong dalam kejadian ini. Upaya untuk bisa membakar ban setidaknya dilakukan tiga kali oleh para kelompok demostran ini.

Polisi Bertindak...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler