Sempat Dicurigai, Sosok Misterius Dalam Demo AMPB Ternyata Bukan Intel
Umar Hanafi
Senin, 27 Juli 2026 20:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Sosok misterius menjadi perhatian saat demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (Demo AMPB) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Pati (Kejari Pati), Senin (27/7/2026).
Sosok ini sempat dicurigai sebagai petugas intelejen. Tetapi ternyata lelaki bertubuh tinggi besar tersebut mengaku bukan anggota intelijen atau intel.
Dalam live Tiktok Murianews.com, sejumlah netizen menilai sosok gondrong berpakaian kaos biru merupakan intel yang menyusup. Lelaki tersebut memang menjadi perhatian.
”Awas, kaos biru intel,” kata salah satu netizen dalam komentarnya.
Dengan sosoknya yang tinggi besar, pria ini menjadi salah satu orang yang paling menonjol penampilannya dalam demo AMPB yang menuntut perbaikan kinerja Kejari Pati ini. Apalagi ia mengenakan masker hitam sambil memakai helm.
Beberapa kali, ia maju menghadapi aparat kepolisian. Saat itu, polisi mencoba memandamkan api dari ban bekas yang dibakar massa aksi APMB.
Belakangan, lelaki tersebut diketahui bernama Burhanudin. Warga Kecamatan Margoyoso tersebut mengaku warga biasa yang ingin memprotes kinerja penegak hukum.
”Saya orang Indonesia kecewa tinggal di negeri ini. Saya ndak intel. Saya murni masyarakat yang kecewa,” ujar dia kepada Murianews.com.
Menurutnya, penegakkan hukum di pusat sudah tidak sesuai. Hal ini dilihat dengan kasus eks mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidus), Febrie Adriansyah yang menggegerkan warga.
”Saya warga Pati yang kecewa negara ini. Di tingkat pusat saja ruwet apalagi daerah. Yang menjadi panututan pusat. Maka negara ini penuh dengan tikus. Tikus tidak bisa diberantas kalau hukum nisa dibeli dengan uang,” tegas dia.
Demo Protes...
Salah satu pentolan AMPB, Teguh Istiyanto menegaskan aksi ini merupakan demo memprotes kinerja Kejaksaan Negeri Pati yang kami anggap tidak pecus dalam bertugas dan diduga manipulasi serta melakukan permainan hukum.
”Paling utama adalah kejari Pati sebagai pelindung koruptor, maka untuk itu tuntutan utama kami, usir Kajari Pati karena melindungi koruptor,” kata dia.
Soal Febrie Adriansyah, Teguh mengaku tidak fokus kasus tersebut. Ia menegaskan fokus utama AMPB kali ini yakni agar Kejari Pati berbenah agar lebih baik.
“Febrie tingkat nasional kita lokal dulu. Tapi kami mendukung membersihkan Kejaksaan Agung,” pungkas dia.
Editor: Budi Santoso



