Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dilansir dari Survei Mercer Marsh Benefits (MMB) mengenai Health Trends 2023, biaya kesehatan di Indonesia diprediksi terus meningkat hingga 13,6 persen.
Prediksi peningkatan biaya kesehatan itu melebihi proyeksi Asia sebesar 11,5 persen, melebihi inflasi keuangan Indonesia pada 2022, sebesar 5,5 persen.
Inflasi medis yakni suatu kondisi yang ditandai dengan meningkatnya biaya kesehatan. Sehingga menyebabkan daya beli masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi menurun.
Baca: Pendaftaran PPDB SMP di Kudus Dibagi Empat Jalur, Ini Jadwalnya
Kepala DKK Kudus, dr Andini Aridewi mengatakan, Kemenkes belum ada pernyataan resmi terkait kabar tersebut. ”Statemen resmi dari Kemenkes terkait hal ini belum ada,” katanya, Rabu (7/6/2023).
Namun, menurut dr Andini Aridewi persoalan inflasi medis dapat dikendalikan dengan berbagai program. ”Bisa dicegah dengan cara promotif maupun preventif,” sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



