Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebagai informasi, kasus antraks ditemukan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Penyebabnya karena warga mengonsumsi daging hewan ternak yang terpapar antraks.
Diketahui, penyakit antraks disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Penyakit antraks bersifat menular akut pada hewan dan manusia. Penyakit antraks dapat menyerang beberapa hewan ternak. Di antaranya kambing, sapi, kerbau, dan hewan lainnya.
Baca: Kasus Antraks Menghantui Yogyakarta, Sultan Beberkan Penyebabnya
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengatakan, pihaknya memastikan hingga saat ini belum ada temuan kasus antraks di Kabupaten Kudus. Meski demikian, masyarakat dan peternak diminta untuk tetap waspada.
’’Sampai saat ini belum ada temuan kasus antraks di Kudus. Tetapi kami tetap melakukan pemantauan dan pemeriksaan,’’ katanya, Kamis (6/7/2023).
Hal itu dilakukan mengingat adanya kejadian kasus di daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Menurutnya, kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat lalu lintas hewan ternak merupakan hal yang dinamis.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



