Dispertan Kudus Belum Berencana Tambah Alat USG Ternak
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 4 Agustus 2023 13:21:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah belum berencana menambah alat ultrasonografi (USG) ternak yang dimilikinya.
Untuk diketahui, Dispertan Kudus telah memiliki satu unit alat USG ternak. Alat tersebut dibeli lewat pengadaan menggunakan APBD 2023. Satu unitnya, berharga Rp 96 juta.
Alat USG tersebut digunakan untuk mengecek kebuntingan hewan ternak, salah satunya untuk kambing. Meski bermanfaat, Dispertan belum berniat menambah jumlah alat USG itu.
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus Agus Setiawan mengatakan saat ini pihaknya memilih memanfaatkan yang ada terlebih dulu.
’’Untuk saat ini kami manfaatkan yang ada dulu. Terkait penambahannya masih kami kaji kebutuhannya,’’ katanya, Jumat (4/8/2023).
Dispertan masih perlu menyesuaikan dengan jumlah populasi ternak di Kudus. Di samping itu, pihaknya juga perlu melihat sebaran ternak itu dan kesiapan SDM yang dimiliki.
’’Banyak pertimbangan seperti penyebaran ternak dan kesiapan SDM nya juga,’’ sambungnya.
Agus mengklaim, meski baru satu unit, alat USG itu masih cukup untuk dimanfaatkan. Namun, ketika nantinya dibutuhkan penambahan pihaknya akan mengupayakan.
’’Satu alat USG yang sudah ada untuk saat ini cukup. Tetapi kami sambil menunggu animo peternak. Ketika nantinya animonya tinggi dan frekuensi permintaan layanan semakin banyak ya harus menambah unit,’’ imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



