Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Datangnya musim kemarau di Kudus kerap mendatangkan kesulitan air bersih bagi banyak warga. Pasalnya, sumber air menipis sehingga warga butuh bantuan atau terpaksa beli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, di sisi lain, datangnya kemarau juga menjadi berkah bagi sebagian pihak. Salah satunya adalah penjual layangan musiman, seperti di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Saat seperti ini, dagangannya laris manis dan merekapun panen cuan atau keuntungan.

Salah satu pedagang layangan di Kudus adalah Khamim Noor. Pria asal Demak, Jawa Tengah, menjajakan dagangannya sejak dua pekan lalu di Jalan KHR Asnawi sekitar makam Sedio luhur, Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu.

Pengamatan Murianews.com, berbagai layangan karakter kartun dijual. Mulai dari Ultraman, Captain Amerika, Naruto, Sinchan, Zorro, dan lainnya.

”Banyak varian karakter kartun supaya bisa menarik pembeli dan punya banyak pilihan,” katanya, Sabtu (26/8/2023).

Dalam sehari dirinya mampu menjual 10-20 biji layangan saat ramai peminat. Tak ayal, dalam sehari dirinya mampu mengantongi pendapatan bersih Rp 300 ribu.

Dirinya berniat berjualan hingga pertengahan September 2023 mendatang. Di tahun lalu, dalam kurun waktu sebulan berjualan dirinya mampu mengantongi pendapatan kotor hingga Rp 7,5 juta.

”Jualan di Kudus lebih menjanjikan daripada jualan di Demak. Karena di sana sudah banyak pesaing. Tahun ini merupakan tahun keempat saya jualan di sini,” sambungnya.

Dia menambahkan, bahannya ada yang kain parasit dan ada yang plastik. Ukuran layangannya mulai dari yang kecil 60 cm x 90 cm dan ukuran besar 120 cm x 170 cm.

”Harga layangan yang dijualnya bervariasi. Dimulai dari harga Rp 10 smpai Rp 85 ribu. Untuk benang layangan ada harga mulai Rp 5 sampai Rp 15 ribu,” terangnya.

Setiap harinya, pria berusia 52 tahun tersebut berjualan mulai pukul 07.30 WIB sampai menjelang magrib. Dia berharap penjualannya laris manis.

”Semoga dagangannya laris manis supaya pendapatannya juga banyak,” imbuhnya.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler