Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Koleksi mainan jadul di Museum Jenang Kudus, Jawa Tengah bakal ditambah. Tidak hanya dikoleksi, namun mainan tersebut dapat dimainkan secara langsung.

Museum Jenang Kudus memiliki koleksi mainan jadul, seperti yoyo, ketapel, gangsing, bedilan, dan dakon. Lalu ada bekel, glindingan, terbang, kelereng, dan karetan.

Hesti Tri Hartanto, Pengelola Museum Jenang dan Gusjigang Kudus mengatakan, koleksi mainan tersebut belum selesai. Pihaknya akan merealisasikan permainan tersebut agar dapat dimainkan langsung dengan pengunjung.

”Selain koleksi mainan tradisional yang didisplay kami juga menyediakan mainan jadul (tradisional) yang sesungguhnya sama persis dengan yang didisplay. Saat ini masih proses pembuatan,” katanya, Kamis (31/8/2023).

Dirinya menyampaikan, tujuan pembuatan alat perrmainan jadul itu, agar pengunjung dapat memainkan langsung saat berkunjung ke museum.
Selain itu untuk membawa pengunjung kembali bernostalgia.

”Masih dalam proses pembuatan. Diharapkan para pengunjung terutama anak-anak bisa memainkan mainan tradisional itu sambil bernostalgia,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, tujuan penambahan mainan jadul yang dapat dimainkan secara nyata itu untuk mengedukasi pengunjung. Terlebih menurutnya, kegiatan kunjungan museum bagi siswa sekolah di tingkat PAUD, TK, dan SD masih terus ada setiap harinya.

”Dengan adanya spot menarik ini bisa menarik pengunjung juga. Setiap hari ada kunjungan sekolah,” terangnya.

Dia menjelaskan, koleksi di museum memang harus diperbarui agar terus menarik peminat. Sehingga museum terus ramai dan pengunjung dapat melirik produk-produk makanan yang juga dijual di lantai satu Museum Jenang dan Gusjigang Kudus.

”Memperbarui koleksi menjadi strategi pemasaran kami untuk menarik pengunjung,” ujarnya.


Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler