Kudus Bakal Minta Tambahan Pasokan Elpiji Subsidi untuk Nataru
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 15 November 2023 11:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai melakukan pendataan kebutuhan sembako saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Termasuk mengajukan usulan tambahan pasokan elpiji subsidi 3 kg.
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Minan Mochamad menyampaikan, pihaknya mulai melakukan persiapan menjelang Nataru. Mulai dari pendataan kebutuhan sembako dan mengusulkan tambahan elpiji.
”Untuk elpiji kami usulkan tambahan untuk persiapan Nataru, jumlahnya sedang kami hitung. Selain itu juga kami berkoordinasi dulu dengan Pertamina,” katanya, Rabu (15/11/2023).
Selain itu pihaknya juga memastikan stok dan pasokan beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya aman. Menurutnya, kenaikan harga diprediksi bakal terjadi saat Nataru, namun pihaknya memastikan stoknya tersedia.
”Untuk gula, cabai rawit, cabai merah kemungkinan juga ada kenaikan harga. Tetapi stoknya kami pastikan ada,” sambungnya.
Soal kemungkinan terjadinya kenaikan harga menurut Minan dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya karena adanya biaya yang diakibatkan dari biaya transportasi logistik.
”Saat ini sedang banyak perbaikan jalan di Semarang dan Rembang. Sehingga akan mengakibatkan tinggginya biaya transportasi logistik,” imbuhnya.
Editor: Ali Muntoha



