Pemilu 2024
Coblosan Ditunda, Pengungsi Banjir Demak Sudah Ngebet Nyoblos

Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 14 Februari 2024 15:16:00

Murianews, Kudus – Para pengungsi korban banjir Demak di Kecamatan Karanganyar sudah ngebet nyoblos dan memberikan hak pilihnya di hari pemungutan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024).
Keinginan itu salah satunya diungkapkan Nur Hasanah, warga Kecamatan Karanganyar. Bahkan ia sudah menyiapkan berkas yang menjadi syarat untuk bisa nyoblos.
”Inginnya tetap bisa nyoblos tetapi ya belum tahu juga bisa atau tidak. Lha kondisinya seperti ini masih di pengungsian juga,” katanya, Rabu (14/2/2024).
Keinginan serupa juga diungkapkan Patman, pengungsi banjir demak lainnya. Namun, ia pun memahami penundaan yang dilakukan akibat banjir yang tak kunjung surut.
Ia pun sepakat apabila memang ada penundaan Pemilu di Kabupaten Demak imbas banjir di Karanganyar, Demak. Menurutnya, terlalu berisiko apabila tetap dilaksanakan mengingat kondisi masih banjir.
”Harapannya sih bisa ikut pencoblosan. Tetapi sebaiknya pelaksanaannya tetap dilakukan setelah berakhirnya musibah banjir ini,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, KPU Demak memutuskan menunda tahapan pemungutan suara di 10 desa di Kecamatan Karanganyar akibat terdampak bencana banjir.
10 desa tersebut yakni, Desa Wonoketingal, Cangkring Rembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplik Wetan, Wonorejo, Karanganyar, Ketanjung, dan Jatirejo.
Adapun keputusan penundaan pemungutan suara untuk 10 desa itu tertuang dalam Surat Keputusan KPU Demak Nomor 782 Tahun 2024.
Penundaan itu juga sudah memenuhi syarat karena alasan dilanda bencana alam sebagaimana yang diatur di Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Umum.
Dalam ketentuannya, penundaan harus dilakukan paling lama 10 hari setelahnya. Jika mengacu aturan itu, berarti pemungutan suara susulan dapat dilakukan maksimal 24 Februari 2024.
Editor: Zulkifli Fahmi
Warga mengungsi di Balai Desa Jati Wetan. (Murianews/Vega Maarijil Ula)