Rayakan Waisak, Umat Buddha di Kudus Berangkat ke Borobudur
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 23 Mei 2024 11:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Umat Buddha di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berangkat menuju ke Candi Borobudur hari ini, Kamis (23/5/2024). Puluhan umat Buddha bakal mengikuti perayaan Waisak 2568 BE yang jatuh pada hari ini.
Ketua Vihara Vajra Bodhi Manggala Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus Bina Kiswoyo sedang menempuh perjalanan menuju ke Candi Borobudur. Sehingga vihara di Kabupaten Kudus saat ini tidak ada kegiatan.
”Kegiatan Waisak dipusatkan semua di Candi Borobudur. Dari Kudus rombongan ada 46 umat Buddha yang berangkat ke Borobudur sejak pukul 05.00 WIB,” katanya, Kamis (23/5/2024).
Selain umat Buddha yang merayakan Waisak di Candi Borobudur, ada sebanyak 40 umat Buddha dari Kudus yang berangkat ke Candi Sewu. Kegiatannya juga untuk merayakan Waisak.
”Di Candi Borobudur nantinya ada berbagai kegiatan ritual. Tahun lalu kami juga merayakan Waisak di Candi Borobudur. Untuk Vihara di Kudus tidak ada kegiatan,” sambungnya.
Dia menjelaskan, beberapa hari lalu umat Buddha di Kota Kretek terus melaksanakan kegiatan bersembahyang. Kemudian, puncaknya di tanggal 23 Mei 2024 ini digelar pelaksanaan Waisak di Candi Borobudur.
Lebih lanjut, menurutnya ribuan umat Buddha dari berbagai daerah Indonesia bakal memadati Candi Borobudur untuk merayakan Waisak. Hal itu sama seperti tahun lalu, yakni ribuan umat Buddha juga datang merayakan Waisak.
Salah satu kegiatan yang nantinya dilaksanakan saat perayaan Waisak yakni kegiatan kirab dengan berjalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.
Dia memaknai perayaan Waisak kali ini sebagai evaluasi diri. Sehingga ke depannya dapat menjadi pribadi yang baik.
”Harapan kami di perayaan Waisak kali ini bisa berjalan lancar mulai dari awal hingga akhir acara,” imbuhnya.
Editor: Dani Agus



