Viral! Mie Gacoan Diserbu Warga Kudus Pakai Kostum Aneh
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 30 Agustus 2024 11:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Mie Gacoan Kudus, Jawa Tengah di Jalan HM Subchan diserbu ratusan warga pada Jumat (30/8/2024) pukul 01.00 WIB. Ratusan warga itu menggunakan kostum aneh.
Video diserbunya Resto Mie Gacoan itu viral di aplikasi perpesanan singkat WhatsApp. Tampak di video tersebut, masyarakat memakai kostum tuyul, hantu, petani, daster, nelayan, dan lainnya.
Mereka memadati area makan resto Mie Gacoan. Bahkan keramaian itu sampai membeludak hingga di luar halaman resto. Mereka datang sambil ketawa-ketawa dan mengabadikan menggunakan ponsel.
Tampak pada video itu beberapa personel kepolisian melakukan pembubaran masyarakat yang memakai kostum aneh tersebut. Kegiatan itu dianggap mengganggu ketertiban umum. Terlebih aksi itu dilakukan pada dini hari.
Wakapolres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha mengatakan, aksi yang diikuti sekitar 200 orang itu menjadi fenomena baru seiring viral di medsos. Kegiatan semacam itu juga dilakukan di berbagai daerah lain.
”Menjadi fenomena baru di Kabupaten Kudus. Ada sekumpulan anak muda merefleksikan aksi dengan memakai kostum aneh-aneh tanpa terencana yang penting asal datang saja,” katanya, Jumat (30/8/2024).
Ia mendapatkan laporan dari pihak Mie Gacoan, kemudian langsung meluncur ke lokasi kejadian. Ia menilai kegiatan tersebut meresahkan karena dilakukan dini hari.
”Akhirnya kami lakukan pembubaran dan kami beri edukasi agar tidak mengganggu masyarakat. Hal seperti ini kan juga mengganggu mereka yang bener-bener mau makan,” imbuhnya.
Editor: Cholis Anwar



