Masjid At Taqwa Kudus Raih Juara III Percontohan Tingkat Nasional
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 3 Oktober 2024 14:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Masjid Jami' At Taqwa yang terletak di Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil meraih juara III pada ajang Masjid Jami' Percontohan tingkat nasional.
Masjid ini bersanding dengan Masjid Al Azka di Nunukan, Kalimantan Utara, yang meraih juara pertama, dan Masjid Keuchik Leumiek di Lamsepeung Leung, Aceh, yang menempati posisi kedua.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara Penganugerahan Masjid Percontohan Tingkat Nasional yang dilaksanakan pada Selasa (1/10/2024) di Swiss-Bel Hotel International, Solo, Jawa Tengah.
”Pembinaan dan pembangunan masjid adalah tanggung jawab kita bersama. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong sinergi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan, serta menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya,” kata Mifrohul Hana, Sekretaris Masjid Jami' At Taqwa, Kamis (3/10/2024).
Proses seleksi masjid percontohan ini dimulai dari tingkat kecamatan, dilanjutkan ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Selain melengkapi dokumen administrasi, tim juri juga melakukan visitasi langsung ke lapangan untuk memastikan kelayakan setiap masjid.
Mifrohul Hana menjelaskan bahwa kriteria penilaian dalam kompetisi ini mencakup keaktifan program masjid, kelengkapan administrasi, serta fasilitas yang disediakan untuk jamaah. Selain itu, digitalisasi masjid juga menjadi faktor penting dalam penilaian, termasuk transparansi laporan dan keberadaan media sosial yang aktif.
”Masjid At Taqwa memiliki lima lembaga aktif, yaitu UPZ Masjid (sosial kemasyarakatan), Team Cokriyo Palguno (ziarah rutin mingguan), Ibadur Rahman (majelis taklim zikir dan manaqib), Ihsan (santunan yatim piatu), serta Forum Remaja Islam Krandon (kegiatan remaja masjid),” jelasnya.
Selain itu, Masjid At Taqwa juga rutin mengadakan kegiatan seperti salat tasbih setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah serta ziarah rutin ke makam wali setiap minggu.
Mifrohul berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Indonesia.
”Kami berharap tahun depan semakin banyak masjid yang dapat dinobatkan sebagai masjid percontohan di tingkat nasional,” pungkasnya.
Editor: Cholis Anwar



