Diajak ke Pasar Jember, Ratusan Pelajar di Kudus Diedukasi Masalah Ini
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 4 Februari 2025 17:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Sebanyak 110 siswa MA Ma'ahid, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diajari untuk mencari uang dengan cara positif dengan membantu pedagang di Pasar Jember, Selasa (4/2/2025).
Pembelajaran itu untuk mengedukasi siswa sulitnya mencari uang dengan tujuan agar mandiri dan memiliki mental yang baik.
Kegiatan yang berlangsung 2,5 jam tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Kabupaten Kudus. Acara tersebut bernama Create Your Own Future (CYOF) dengan menyasar pelajar untuk dididik terjun langsung di pasar guna mencari uang.
”Mereka kami ajari untuk cari uang di Pasar Jember. Boleh apa saja mulai membantu menimbang beras, menimbang gula, jualan kerupuk, menata dagangan, jadi tukang parkir dan lainnya. Hal yang penting tidak mengemis,” kata Sekretaris IIBF Kudus Ganda Akbara Tinoor, Selasa (4/2/2024).
Ia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini bukanlah untuk mendapatkan nominal uang. Melainkan untuk mengedukasi susahnya mencari uang. Selain itu agar siswa memahami rasanya ditolak oleh orang sebagai bentuk mengasah mental.
”Respon para pedagang pasar yang dibantu siswa sejauh ini bagus. Kami juga ingin membentuk mental agar siswa lebih percaya diri. Kegiatan ini untuk menumbuhkan pendidikan karakter,” sambungnya.
Ia menyampaikan, sejauh ini respon sekolah yang telah diajak untuk berkolaborasi terbilang bagus. Bahkan pihaknya berencana untuk melanjutkan ke berbagai sekolah lainnya di Kabupaten Kudus.
”Beberapa sekolah sudah kami kunjungi. Selanjutnya kami menunggu kabar terkait jadi atau tidaknya untuk mengikuti program ini,” terangnya.
Hal Positif untuk Pendidikan Karakter...
- 1
- 2



