Program Mondok 3 Hari di Ponpes Diapresiasi Bupati Kudus Samani
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 11 Maret 2025 19:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Itu tanda bakti anak kepada orang tua, terutama ibu. Semua ibu pasti ingin anaknya memiliki wawasan agama yang bagus. Nanti kalau sudah selesai, tetap diingat ilmunya dan cium tangan ibu. Sampaikan 'Bu, saya sudah lulus pesantren Ramadan,” terang Samani.
Setelah mondok, siswa diminta untuk menjadi santri yang memegang syariat agama dimanapun berada. Namun, tetapi menghargai pemeluk agama lain.
”Setelah nyantri di sini, tetap jaga kondusifitas dan jaga toleransi dengan pemeluk agama lain,” ujarnya.
Senada, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menjelaskan kegiatan ini menjadi pelopor bagi sekolah lain. Menurutnya, di era digitalisasi ini pelajaran agama sangat penting. Sebab dapat membentengi diri dari pengaruh buruk.
”Semoga adik-adik tetap teguh memegang prinsip agama Islam,” imbuhnya.
Sementara itu, KH Ahmad Asnawi menyampaikan terima kasih atas kedatangan Bupati Samani dan Wakil Bupati ke Pondok Pesantren Darun Na'im. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menjelaskan pesantren membutuhkan mobil untuk antar jemput santri. Keinginan tersebut langsung disanggupi oleh Bupati Kudus dan Wakil Bupati Kudus.
”Alhamdulillah, terima kasih untuk pak bupati dan ibu wakil bupati. Semoga nantinya mobil tersebut dapat membawa manfaat bagi santri,” ucapnya.
Editor: Budi Santoso



