Jasa Penukaran Uang di Kudus Menjerit: Prosedur Online BI Bikin Pusing
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 18 Maret 2025 18:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sejak Sabtu pekan lalu, Suwarno mengaku hanya memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp 3 juta dari jasa penukaran uang. Padahal, pada tahun sebelumnya, ia bisa meraup pendapatan antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
”Sekarang, mencari pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 8 juta saja sulit,” terangnya.
Ia menyediakan berbagai pecahan uang, seperti Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 20 ribu. ”Saya hanya punya pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 20 ribu. Untuk pecahan Rp 10 ribu, sulit dicari,”" tambahnya.
Kesulitan serupa juga dialami oleh Aldino Ganda Brilian, penyedia jasa penukaran uang lainnya. Ia bahkan harus mencari uang baru hingga ke Demak dan Semarang.
”Saya mengambil dari orang di daerah Demak, biaya jasanya saja sudah 13 persen. Kemudian, saya menjualnya kepada masyarakat dengan biaya jasa 18 persen,” ungkapnya.
Editor: Supriyadi



