Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pergeseran kelompok terbang (kloter) terhadap jemaah haji Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terjadi beberapa hari ini. 

Kepala Kantor Kemenag Kudus Suhadi menyampaikan, sebenarnya pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyusun rapi kloter jemaah ibadah haji.

Namun, adanya pemberitahuan dari pemerintah Arab Saudi membuat susunan kloter jemaah haji di Kabupaten Kudus berubah. Bahkan hal semacam ini juga terjadi di kabupaten lain.

”Pemerintah Arab Saudi memberitahukan kalau satu kloter harus satu syarikah. Syarikah itu semacam PT yang menangani pemondokan, transportasi, konsumsi dan lainnya bagi jemaah haji,” katanya, Rabu (14/5/2025).

Ia menambahkan, akibat adanya satu kloter satu syarikah itulah yang membuat susunan kloter jemaah mengalami perubahan.

Suhadi menyontohkan, perubahan terjadi beberapa waktu lalu pada kloter 50. Sebanyak 62 jemaah dari kloter 50 digeser ke kloter 46.

Kemudian, dalam hitungan jam terjadi pergeseran kembali. Sembilan jemaah dari kloter 47 digeser ke kloter 46. Pergeseran dilakukan untuk memenuhi open seat.

”Ibadah haji itu mengelola banyak orang. Antisipasi-antisipasi terus kami lakukan,” terangnya.

Pergeseran Kloter Hal yang Dinamis... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler