Bendung Wilalung Kudus Berstatus Awas, Pintu Air Masih Ditutup
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 23 Mei 2025 16:54:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Bendung Wilalung, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berstatus awas, Jumat (23/5/2025) siang. Debit air di bendungan tersebut mencapai 715 meter kubik per detik.
Meski berstatus awas, Petugas Operator Bendung Wilalung Kudus, Karno mengatakan, ketinggian debit air tersebut telah mengalami penurunan dibandingkan pada dini hari pukul 01.00 WIB sebesar 775 meter kubik per detik.
”Debit air 715 meter kubik per detik statusnya awas dengan rambu-rambu warna merah. Tetapi tidak sampai membuka pintu di hari ini. Kondisi masih aman dan tidak ada limpasan air,” katanya saat ditemui.
Karno menjelaskan, debit mengalami penurunan karena dari hulu debit airnya sudah stabil. Selain itu curah hujan juga mereda.
”Intensitas hujannya juga mereda sehingga debit airnya juga mengalami penurunan dari hulu ke hilirnya,” terangnya.
Diketahui, Bendung Wilalung berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi, Serang, dan menuju Juana. Di dalam DAS tersebut, terdapat beberapa bendung, mulai dari Bendung Dumpil hingga Bendung Klambu, dan juga dari Bendung Lanang, Bendung Sedadi.
Di kesempatan itu, ia menyatakan, kondisi di area Bendung Wilalung masih aman. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati.
”Imbauan kami tetap berhati-hati ketika melintas Bendung Wilalung,” imbuhnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



