Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Angka kematian bayi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tercatat mencapai 47 kasus terhitung sejak Januari 2025 hingga Juni 2025. Kesibukan ibu hamil disertai pola konsumsi makanan disinyalir menjadi penyebabnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengatakan, jumlah 47 kasus AKB tergolong banyak. Ia menyampaikan rata-rata penyebabnya karena ibu hamil terlalu lelah bekerja.
”Mayoritas karena kelelahan ketika bekerja dengan kondisi sedang hamil. Ibu-ibu saat ini kan sejak pagi bekerja sampai malam baru pulang kerja. Terkadang konsumsi makannya juga tidak teratur dan belum memenuhi kandungan gizi,” katanya, Kamis (3/7/2025).
Nuryanto menyampaikan kejadian AKB kerap dialami ibu-ibu muda yang baru pertama kali melahirkan. Atau setidaknya hamil anak kedua. Mereka terkadang sibuk bekerja sehingga tidak mengontrol kandungannya di puskesmas maupun rumah sakit.
Faktor penyebab lainnya yakni menikah di usia yang masih muda. Biasanya di bawah usia 20 tahun. Bahkan beberapa di antaranya ada kasus terjadi pendarahan.
”Kebanyakan yang mengalami AKB ibu-ibu kehamilan pertama dan kedua. Selain terlalu sibuk bekerja, mereka tidak kontrol kehamilan ke puskesmas. Padahal seharusnya kontrol di puskesmas enam kali dalam setahun,” sambungnya.
Mundur satu tahun, pada 2024 jumlah AKB mencapai 56 kasus. Meski tahun 2025 ini jumlah AKB lebih sedikit namun pihak DKK Kudus memberikan perhatian.
”Kami sarankan periksa di puskesmas. Nantinya pihak puskesmas juga menyediakan susu apabila memang dibutuhkan ibu hamil. Kami juga sediakan tablet tambah darah untuk mengatasi anemia dan itu gratis,” terangnya.
Suami Ikut Mendampingi...
- 1
- 2



