Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Ketua MUI Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Hamdani ikut menanggapi adanya program Trans 7 yang sedang ramai dibahas. Ia menyebut framing yang dibentuk stasiun televisi Trans 7 pada tayangan program Xpose Uncencored tidak baik.

Menurutnya, kalimat yang dikeluarkan pada program tersebut seakan menyudutkan pondok pesantren.

Ahmad Hamdani menyampaikan, tayangan pada program Trans 7 menunjukkan kalau pihak terkait tidak memahami tradisi yang ada di pesantren. Menurutnya, tradisi membungkukkan badan yang dilakukan santri serta mencium tangan kepada kiai bukanlah sebuah bentuk kerendahan.

”Bagi seseorang yang belum mengetahui dunia pesantren, mungkin melihat kegiatan membungkukkan badan ke kiai seakan-akan bentuk merendahkan diri. Padahal sebenarnya tidak seperti itu,” katanya, Rabu (15/10/2025).

Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan dari santri kepada kiai. Menurutnya, media harus memahami situasi di pondok pesantren terlebih dahulu.

”Wartawan ataupun media harus memahami dulu situasi dan kondisi di pondok pesantren. Adat yang ada di pondok pesantren memang seperti itu, tradisinya memang demikian,” sambungnya.

Kemudian, apabila ada santri membawa oleh-oleh untuk kiai, menurutnya hal tersebut sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada kiai. Utamanya karena telah membimbing santri.

Media harus paham...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler