Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Glantengan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan program Kudus Asik dalam memilah sampah organik.

Kudus Asik yang merupakan akronim Kudus Apik dan Resik ini merupakan program Pemkab Kudus yang diseponsori Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Kepala SPPG Glantengan, Muhammad Ilham Fikriyanto mengatakan, kerja sama antara pihaknya bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui program Kudus Asik sudah dilakukan sejak 15 September 2025.

Hal itu agar mengurangi tumpukan sampah organik yang ada di dapur usai menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

”Supaya sampah tidak menumpuk. Setiap hari kami biasakan untuk memilah sampah,” katanya, Selasa (11/11/2025). 

Ia menambahkan, saat awal pertama ditawari oleh Djarum Foundation Bakti Lingkungan, pihaknya langsung mengiyakan. Terlebih, program Kudus Asik diyakini begitu bermanfaat. 

”Sampah yang diambil hanya organik saja. Makanya setiap hari karyawan di sini dibiasakan untuk memilah sampah organik dan anorganik,” sambungnya. 

Setiap harinya ada sekitar 20 kilogram sampai 30 kilogram sampah organik yang terkumpul di SPPG Glantengan. Sampah itu meliputi sampah sisa nasi, lauk-pauk, dan sayuran. 

Sampah Organik...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler