Dengan adanya jembatan, masyarakat berencana membuka akses jalan di sisi timur sungai. Akses tersebut akan memanfaatkan lahan milik warga yang telah mendapat dukungan dari para pemilik tanah.
”Percuma dibikin jembatan kalau tidak ada akses jalan. Alhamdulillah masyarakat mendukung untuk pembukaan akses tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, nantinya truk pengangkut hasil bumi dapat langsung masuk ke area pertanian sehingga biaya distribusi berkurang dan nilai jual hasil panen meningkat.
Pembangunan Jembatan Garuda dimulai dengan peletakan batu pertama pada H-2 Iduladha. Jembatan tersebut memiliki panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter.
Saat ini pengerjaan telah memasuki tahap persiapan pengecoran lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6/2026). Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari.
”Target kami satu bulan selesai. Karena pengerjaannya dilakukan bersama-sama antara TNI dan masyarakat,” katanya.
MuriaNews, Kudus – Perjuangan warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengusulkan akses jembatan di Dukuh Kedungmojo akhirnya segera terwujud. Jembatan yang melintasi Sungai Logung di Blok Tambakromo itu diusulkan sejak 20 tahun lebih.
Akses tersebut segera terwujud setelah pembangunan Jembatan Garuda mulai dikerjakan di lokasi itu. Kepala Desa Tanjungrejo, Cristian Rahadiyanto pun mengungkapkan alasan pemilihan lokasi tersebut.
Ia menilai, akses tersebut sangat mendesak karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan wilayah.
”Jembatan di Desa Tanjungrejo ini usulan dari warga masyarakat sudah lebih dari 20 tahun. Baru tahun 2026 ini bisa terealisasi,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (4/6/2026).
Dengan adanya jembatan Garuda, diharapkan dapat membuka akses menuju kawasan pertanian yang luas. Bahkan, pihaknya menargetkan sekitar 100 hektare lahan yang selama ini kurang produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan.
”Target kami 100 hektare. Lahan yang tidak produktif agar menjadi produktif dengan dukungan Jembatan Garuda ini,” katanya.
Selain untuk sektor pertanian, kawasan itu juga diproyeksikan sebagai wilayah permukiman dan penunjang desa wisata. Desa Tanjungrejo sendiri tengah menyiapkan pengembangan wisata Cengkir Manis yang berada tidak jauh dari lokasi jembatan.
Olah Lahan Pertanian...
Cristian menjelaskan, manfaat lain dari pembangunan jembatan adalah mempermudah distribusi hasil pertanian. Selama ini petani harus menempuh jalur yang lebih jauh karena belum tersedia akses yang memadai menuju lahan.
Dengan adanya jembatan, masyarakat berencana membuka akses jalan di sisi timur sungai. Akses tersebut akan memanfaatkan lahan milik warga yang telah mendapat dukungan dari para pemilik tanah.
”Percuma dibikin jembatan kalau tidak ada akses jalan. Alhamdulillah masyarakat mendukung untuk pembukaan akses tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, nantinya truk pengangkut hasil bumi dapat langsung masuk ke area pertanian sehingga biaya distribusi berkurang dan nilai jual hasil panen meningkat.
Pembangunan Jembatan Garuda dimulai dengan peletakan batu pertama pada H-2 Iduladha. Jembatan tersebut memiliki panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter.
Saat ini pengerjaan telah memasuki tahap persiapan pengecoran lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6/2026). Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari.
”Target kami satu bulan selesai. Karena pengerjaannya dilakukan bersama-sama antara TNI dan masyarakat,” katanya.
Bagian Program Jembatan Garuda...
Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengatakan Jembatan Garuda di Desa Tanjungrejo merupakan bagian dari program jembatanisasi Presiden RI yang ditujukan untuk membuka akses masyarakat.
”Masyarakat sangat senang karena sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini. Harapannya bisa dimanfaatkan untuk sarana transportasi, mendukung pertanian, pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum ada jembatan warga harus memutar cukup jauh atau melintasi aliran sungai yang relatif dangkal namun berarus deras. Saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 15 persen.
Editor: Zulkifli Fahmi
Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan ulang pada isi berita demi peningkatan kualitas berita.