Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Rumah berdinding anyaman bambu yang mulai lapuk dan lantai tanah masih menjadi bagian dari keseharian Cucuk Setyo Hartanto (49), yang masih berusaha memulihkan diri pasca kesetrum listrik.

Warga Desa Kedungdowo RT 01 RW 02, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus mencoba menjalani hari-harinya dengan tabah dan pantang menyerah.

Di rumah sederhana itu, ia menjalani hari-harinya seorang diri setelah hidupnya berubah akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada Oktober 2020 silam. Cucuk diketahui kesetrum listrik saat bekerja.

Saat itu, Cucuk bekerja sebagai teknisi listrik di Kabupaten Grobogan. Namun nahas, ia tersengat (kesetrum) aliran listrik saat menjalankan pekerjaannya. Sehingga mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Peristiwa kesetrum listrik itu membuatnya harus menjalani serangkaian operasi panjang. Mulai dari mata, kaki kanan, dada, punggung hingga bagian kemaluannya. Total, ia telah menjalani tujuh kali operasi demi memulihkan kondisinya.

”Terakhir itu mata pada 2022, dua kali operasi setelah sempat mengalami kebutaan sekitar tujuh bulan. Kaki kanan dan kemaluan juga dua kali, kalau punggung sekali,” ungkap bapak dua anak itu saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/6/2026).

Akibat kecelakaan kesertrum listrik itu, Cucuk sempat kehilangan penglihatannya selama berbulan-bulan. Kondisi fisiknya juga menurun drastis hingga harus menjalani proses pemulihan dalam waktu yang tidak singkat.

Kini kesehatannya berangsur membaik. Ia sudah dapat berjalan meski masih sulit seimbang, dan harus menggunakan alat bantu kruk.

”Sekarang sudah bisa jalan pelan-pelan pakai alat bantu. Karena pada 2022 saya sempat terjatuh ketika berlatih berjalan dan didiagnosis mengalami saraf terjepit,” katanya.

Jauh dari Mudah...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler