Di rumah sederhana itu, ia menjalani hari-harinya seorang diri setelah hidupnya berubah akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada Oktober 2020 silam. Cucuk diketahui kesetrum listrik saat bekerja.
Saat itu, Cucuk bekerja sebagai teknisi listrik di Kabupaten Grobogan. Namun nahas, ia tersengat (kesetrum) aliran listrik saat menjalankan pekerjaannya. Sehingga mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa kesetrum listrik itu membuatnya harus menjalani serangkaian operasi panjang. Mulai dari mata, kaki kanan, dada, punggung hingga bagian kemaluannya. Total, ia telah menjalani tujuh kali operasi demi memulihkan kondisinya.
”Terakhir itu mata pada 2022, dua kali operasi setelah sempat mengalami kebutaan sekitar tujuh bulan. Kaki kanan dan kemaluan juga dua kali, kalau punggung sekali,” ungkap bapak dua anak itu saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/6/2026).
Akibat kecelakaan kesertrum listrik itu, Cucuk sempat kehilangan penglihatannya selama berbulan-bulan. Kondisi fisiknya juga menurun drastis hingga harus menjalani proses pemulihan dalam waktu yang tidak singkat.
Kini kesehatannya berangsur membaik. Ia sudah dapat berjalan meski masih sulit seimbang, dan harus menggunakan alat bantu kruk.
”Sekarang sudah bisa jalan pelan-pelan pakai alat bantu. Karena pada 2022 saya sempat terjatuh ketika berlatih berjalan dan didiagnosis mengalami saraf terjepit,” katanya.
Murianews, Kudus – Rumah berdinding anyaman bambu yang mulai lapuk dan lantai tanah masih menjadi bagian dari keseharian Cucuk Setyo Hartanto (49), yang masih berusaha memulihkan diri pasca kesetrum listrik.
Warga Desa Kedungdowo RT 01 RW 02, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus mencoba menjalani hari-harinya dengan tabah dan pantang menyerah.
Di rumah sederhana itu, ia menjalani hari-harinya seorang diri setelah hidupnya berubah akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada Oktober 2020 silam. Cucuk diketahui kesetrum listrik saat bekerja.
Saat itu, Cucuk bekerja sebagai teknisi listrik di Kabupaten Grobogan. Namun nahas, ia tersengat (kesetrum) aliran listrik saat menjalankan pekerjaannya. Sehingga mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa kesetrum listrik itu membuatnya harus menjalani serangkaian operasi panjang. Mulai dari mata, kaki kanan, dada, punggung hingga bagian kemaluannya. Total, ia telah menjalani tujuh kali operasi demi memulihkan kondisinya.
”Terakhir itu mata pada 2022, dua kali operasi setelah sempat mengalami kebutaan sekitar tujuh bulan. Kaki kanan dan kemaluan juga dua kali, kalau punggung sekali,” ungkap bapak dua anak itu saat ditemui di kediamannya, Minggu (7/6/2026).
Akibat kecelakaan kesertrum listrik itu, Cucuk sempat kehilangan penglihatannya selama berbulan-bulan. Kondisi fisiknya juga menurun drastis hingga harus menjalani proses pemulihan dalam waktu yang tidak singkat.
Kini kesehatannya berangsur membaik. Ia sudah dapat berjalan meski masih sulit seimbang, dan harus menggunakan alat bantu kruk.
”Sekarang sudah bisa jalan pelan-pelan pakai alat bantu. Karena pada 2022 saya sempat terjatuh ketika berlatih berjalan dan didiagnosis mengalami saraf terjepit,” katanya.
Jauh dari Mudah...
Meski kondisinya mulai membaik, kehidupan Cucuk masih jauh dari kata mudah. Kedua anaknya kini tinggal bersama sang ibu, sementara dirinya harus menjalani hari-hari seorang diri, pasca kesetrum listrik.
Rumah yang ditempatinya saat ini pun bukan miliknya sendiri. Ia menumpang di rumah adiknya yang pembangunannya belum sepenuhnya selesai.
Kondisi bangunan tersebut jauh dari kata layak. Sebagian besar dinding masih menggunakan anyaman bambu dan beberapa bagian terlihat mulai lapuk dimakan usia.
Saat hujan turun, Cucuk harus lebih waspada karena kondisi bangunan yang sudah tua dan rentan mengalami kerusakan. Semua tetap dijalaninya setelah tak bisa banyak melakukan sesuatu setelah kesetrum listrik.
Pada awal 2025 lalu, rumah yang ditempatinya sempat diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Sejumlah pihak bahkan telah datang melakukan survei untuk melihat langsung kondisi tempat tinggalnya.
”Dulu sempat ada survei dari beberapa pihak, terus dari dinas terkait juga pernah ke sini," katanya.
Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima kabar lanjutan terkait bantuan tersebut.
”Ya sempat mendengar akan mendapat bantuan bedah rumah, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak swasta maupun pemerintah,” lanjutnya.
Bedah Rumah...
Meski hidup dalam keterbatasan, Cucuk tetap berusaha menjalani hari-harinya dengan tabah. Meski sejak kesetrum listrik geraknya menjadi terbatas, ia mengaku tidak ingin terlalu bergantung kepada orang lain. Selama masih mampu melakukan, maka dirinya akan beraktivitas secara mandiri.
”Selagi masih kuat, saya jalani sendiri,” tuturnya.
Ia berharap suatu saat rumah yang ditempatinya bisa mendapatkan bantuan perbaikan sehingga lebih aman dan nyaman untuk dihuni.
Bagi Cucuk, memiliki tempat tinggal yang lebih layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga harapan untuk menjalani hidup dengan lebih tenang setelah bertahun-tahun berjuang memulihkan diri dari kecelakaan kesertrum listrik yang telah merubah hidupnya.
Editor: Budi Santoso