Jembatan Garuda Tanjungrejo Resmi Berdiri, Akhiri Penantian Warga
Wiwid Widia Yulhendrik
Kamis, 23 Juli 2026 14:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Jembatan Garuda Kodim 0722/Kudus di Dukuh Kedung Mojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, resmi diresmikan, Kamis (23/7/2026).
Jembatan yang telah dinantikan warga selama sekitar 20 tahun itu kini menjadi akses penting untuk menunjang mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program jembatanisasi TNI. Tujuannya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
”Tujuannya yang pertama tentu untuk konektivitas, penghubung antara desa, antara dukuh. Kemudian yang kedua juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Menurut Yuusufa, jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga Tanjungrejo, terutama untuk mengangkut hasil panen tebu dan jagung. Selama ini masyarakat telah lama menginginkan jembatan permanen, bahkan sempat berupaya membangunnya secara swadaya.
”Khusus di desa sini sangat dibutuhkan warga untuk memanen hasil tanam seperti tebu dan jagung. Itu menandakan bahwa jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Mulai dibangun...
Jembatan Garuda dibangun mulai 5 Juni 2026 dan selesai pada 4 Juli 2026. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 3,5 meter itu dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat.
Ia menjelaskan, pada semester pertama 2026 program jembatanisasi di Kabupaten Kudus mencakup empat jembatan. Dua di antaranya telah selesai, yakni Jembatan Armco di Desa Pedawang dan jembatan gantung di Desa Ngembalrejo. Sementara dua lainnya berada di Desa Tanjungrejo dan Desa Lau, Kecamatan Dawe.
Selain itu, TNI juga menyiapkan pembangunan jembatan di sejumlah titik lain, seperti Jetiskapuan, Kaliwungu, Rejosari, hingga Rahtawu. Lokasi dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat, terutama wilayah yang selama ini hanya memiliki akses jembatan bambu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Eko Djumartono yang mewakili Bupati Kudus Samani Intakoris mengapresiasi program tersebut.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya membuka akses antarwilayah, tetapi juga memperlancar distribusi hasil bumi dan aktivitas ekonomi warga.
”Atas nama Pemkab Kudus kami menyambut baik inisiatif TNI. Ini bukan hanya soal membangun jembatan, tapi membangun harapan warga. Ketika akses lancar, ekonomi bergerak, anak sekolah tidak perlu memutar jauh, hasil bumi cepat terangkut," ujarnya.
Dukung peningkatan akses...
Ia menegaskan Pemkab Kudus akan mendukung peningkatan akses jalan menuju jembatan agar manfaatnya semakin optimal.
Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0722/Kudus Kapten Arm Muslikhan menambahkan Jembatan Garuda menghubungkan Dukuh Kedung Mojo, Desa Tanjungrejo dengan wilayah Karangsubur, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo.
Keberadaan jembatan itu diharapkan semakin memudahkan mobilitas warga kedua wilayah, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.
Editor: Anggara Jiwandhana



