Kurikulum Berbasis Cinta Didorong Diimplementasikan di Kudus
Wiwid Widia Yulhendrik
Kamis, 23 Juli 2026 22:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Kurikulum Berbasis Cinta didorong dapat diimplementasikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terutama di lingkungan madrasah.
Guna menguatkan penerapannya, Kemenag Kudus menggelar Workshop Praktik Pembelajaran Bermakna dalam Ekosistem Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di MTs dan MA Assalam Jati Kudus, Kamis (23/7/2026).
Sejumlah guru dan tenaga kependidikan MTs dan MA Assalam Jati Kudus mengikuti workshop yang menghadirkan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Shofar Sholahuddin Bisri tersebut.
Di kesempatan itu, Sholahuddin Bisri membahas langsung bagaimana implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kudus, Agus Siswanto, mengatakan keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum maupun metode pembelajaran.
Peran guru sebagai pendidik yang memiliki keteladanan, komitmen, serta ruh dalam mendidik juga menjadi bagian penting.
”Komponen pendukung keberhasilan pendidikan merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan menguatkan, mulai dari kurikulum, metode, guru, hingga ruh atau jiwa guru itu sendiri sebagai seorang pendidik,” ujar Agus.
Motivasi Guru



