Petani di Payaman Kudus Diharapkan Bisa Dua Kali Tanam Karena Hal Ini
Wiwid Widia Yulhendrik
Jumat, 24 Juli 2026 14:12:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dalam pekerjaan itu, sungai yang semula memiliki lebar sekitar dua meter diperlebar menjadi empat meter dengan kedalaman pengerukan sekitar dua meter. Sedimen hasil pengerukan dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul sekitar satu meter sehingga kapasitas sungai menampung dan mengalirkan air menjadi lebih baik.
Menurutnya normalisasi dilakukan karena kawasan pertanian di sekitar Sungai Kauman selama ini menghadapi dua persoalan berbeda.
Saat musim hujan, lahan persawahan sering tergenang cukup lama sehingga petani terlambat memulai musim tanam dan selama ini umumnya hanya mampu menanam padi satu kali dalam setahun.
Sebaliknya, ketika musim kemarau petani kesulitan mendapatkan pasokan air karena sungai yang dangkal tidak mampu menyimpan cadangan air. Selama ini, kebutuhan irigasi banyak mengandalkan embung alami atau genangan sisa air hujan yang berada di Desa Kirig.
”Sungai tersebut dikeruk agar air dapat mengalir masuk dari embung alam tersebut. Harapannya debit banjir yang melewati permukiman lebih lancar menuju hilir, genangan di sawah lebih cepat surut, dan petani bisa memulai musim tanam sesuai jadwal sehingga peluang tanam padi dua kali dalam setahun semakin besar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Sarana Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Kudus Darwanto memastikan pengerjaan masih berjalan sesuai target. Hingga Jumat (24/7/2026), progres normalisasi telah mendekati penyelesaian dan diperkirakan selesai sesuai jadwal. ”Insyaallah besok selesai,” katanya.
Berikan dampak...
Baca Juga



