Dalam Sehari, Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kudus
Wiwid Widia Yulhendrik
Sabtu, 25 Juli 2026 15:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Any menjelaskan, lahan kosong milik Bambang Sugeng yang dipenuhi semak belukar terbakar dan api merambat ke kebun pisang serta rumpun bambu dengan luas area terdampak sekitar 50 meter x 70 meter.
”Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, tetapi kondisi lahan yang kering disertai angin kencang membuat api cepat membesar,” katanya.
Satu unit Damkar Satpol PP Kudus bersama satu unit Damkar BPBD Kudus kemudian diterjunkan ke lokasi. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 12.30 WIB dan padam total sekitar pukul 12.40 WIB.
Dalam kejadian tersebut, kebun pisang produktif milik warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 juta. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh orang tidak dikenal hingga merambat ke lahan kering.
Any mengungkapkan, kondisi lahan yang mengering saat musim kemarau membuat api mudah menyebar, terlebih saat disertai embusan angin kencang. Kedekatan lokasi kebakaran dengan permukiman warga juga meningkatkan risiko apabila penanganan terlambat dilakukan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area lahan kering. Hal-hal kecil seperti itu bisa memicu kebakaran yang lebih besar, apalagi saat musim kemarau,” imbuhnya.
Editor: Cholis Anwar



