Lagi! Tiga Lahan di Kudus Kebakaran, Satu Dipicu Ular Kobra
Wiwid Widia Yulhendrik
Minggu, 26 Juli 2026 16:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Tiga kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Kudus dalam kurun waktu kurang dari empat jam pada Minggu (26/7/2026), salah satunya dipicu bakar Ular Cobra.
Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Desa Besito, Kecamatan Gebog, dan Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu.
Kalaksa BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Any Wilianti mengatakan, ketiga kejadian itu didominasi kebakaran lahan kering.
”Kondisi semak belukar yang kering ditambah angin membuat api cepat merambat. Beruntung seluruh kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Kebakaran pertama terjadi di lahan milik Ratna di Desa Hadipolo sekitar pukul 08.32 WIB. Api membakar lahan semak belukar dan merambat ke rumpun bambu seluas sekitar 20 x 30 meter.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, kebakaran dipicu tindakan seorang lansia, yang berusaha membakar seekor ular kobra setelah keluar dari rumahnya dan masuk ke semak-semak. Namun, semak yang mengering membuat api tidak terkendali hingga merambat ke lahan bambu dan pohon randu.
Lokasi kebakaran berada dekat permukiman warga serta gudang Samator Gas sehingga petugas bergerak cepat untuk mencegah api meluas.
Satu unit Damkar BPBD Kudus tiba di lokasi pukul 08.50 WIB dan berhasil melokalisir api sebelum dua unit Damkar Satpol PP yang sedang menuju lokasi dialihkan untuk menangani kebakaran lain. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB tanpa menimbulkan kerugian.
Berawal Bakar Sampah...
Tak lama berselang, kebakaran kedua dilaporkan terjadi di lahan milik Muh. Kozin di Desa Besito pada pukul 09.35 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran sampah oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
Kobaran api kemudian membakar semak belukar, tumpukan kayu, hingga merembet ke bangunan permanen bekas sarang burung walet berukuran sekitar 5 x 3 meter milik Muh. Kozin.
Sebanyak tiga unit pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Muh. Kozin diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.
Selanjutnya, kebakaran ketiga terjadi di lahan milik Suhaili di Desa Garung Lor pada pukul 10.00 WIB. Api membakar semak belukar seluas sekitar 20 x 10 meter di sisi barat RSI Sunan Kudus.
Any menjelaskan, dugaan sementara kebakaran juga dipicu pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan kering. Karena kejadian berlangsung bersamaan dengan kebakaran di Besito, petugas membagi armada agar kedua lokasi tetap dapat ditangani.
”Kami membagi unit penanganan karena kejadian berlangsung hampir bersamaan. Prioritas kami memastikan api tidak merambat ke permukiman maupun mengganggu aktivitas di sekitar rumah sakit,” jelasnya.
Petugas berhasil mengendalikan kebakaran sekitar pukul 10.50 WIB dan melakukan pendinginan hingga api benar-benar padam pada pukul 11.00 WIB. Tidak ada kerugian dalam kejadian tersebut.
BPBD Kudus mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membakar semak saat musim kemarau. Warga juga diminta tidak menggunakan api terbuka untuk mengusir atau membunuh satwa liar karena berisiko memicu kebakaran lahan yang lebih besar.
Editor: Supriyadi



