Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ia menjelaskan, secara epigrafi prasasti tersebut dipahat pada batu andesit berukuran sekitar 120 x 40 sentimeter yang berada di atas mihrab Masjid Al-Aqsha.

Tulisan menggunakan khat Tsuluts kuno bergaya Gujarat-Pesisir dengan penanggalan lengkap yang telah diverifikasi secara astronomis sehingga validitasnya dinilai sangat kuat.

Dalam pembacaannya, Jawat menunjukkan bagian penting prasasti yang berbunyi “...bi balad al-Quds... al-masjid al-manar... al-Qadhi Ja’far Ash-Shadiq... sanat sittin wa khamsin wa tis’imi’atin min al-hijrah...”.

Menurutnya, frasa tersebut memuat penyebutan Kota Kudus (al-Quds), Masjid Al-Manar, nama Al-Qadhi Ja’far Ash-Shadiq atau Sunan Kudus, serta penanggalan pembangunan masjid pada 19 Rajab 956 Hijriah.

Dalam alih bahasa yang dipaparkannya, prasasti diawali dengan basmalah, kemudian menjelaskan pembangunan Masjid Al-Aqsha dan negeri Al-Quds oleh Al-Qadhi Ja’far Ash-Shadiq sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT dan mengikuti sunah Rasulullah.

Waktu pembangunan... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler