Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus –  Penebangan pohon di makam Islam Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diduga tak dirembuk atau dimusyawarahkan dengan masyarakat.

Banyak masyarakat desa yang kecewa lantaran proses penebangan enam pohon di  makam tersebut dinilai asal-asalan dan tak memperhatikan kondisi makam. Hal ini mengakibatkan banyak batu nisan yang patah.

Apalagi armada truk dan pikap yang mengangkut kayu hasil tebangan juga masuk ke area makam dan membuat puluhan batu nisan makam dicabut seenaknya.

Siswanto salah seorang warga mengatakan, jika sebelumnya tak ada urun rembuk dengan pihak keluarga adanya penebangan pohon yang membuat batu nisan dicabut. Tahu-tahu, dia sudah melihat batu nisan makam ayahnya dicabut diperuntukkan bagi jalan kendaraan yang mengakut kayu.

”Hal itu buat saya sangat kecewa sangat sedih melihat makam bapak saya dibuat lintasan mobil seperti itu. Sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba sudah dicabutin,” ucapnya.

Senada, Arif Khasanul Muna warga setempat juga menyebut, masyarakat tidak tahu adanya penebangan pohon di makam. Tahunya, saat Kamis sore banyak warga berniat berziarah ke makam kaget melihat kondisi sebagian batu nisan yang dicabuti dan rusak.

”Kami sangat kecewa melihat hal itu, ini sudah tidak selayaknya. Dalam tradisi yang ada untuk mengganti batu nisan itu harus ada selametan. Tapi ini malah dicabuti seenaknya dan dibuat lewat kendaraan. Tidak ada diskusi atau musyawarah sebelumnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi makam tersebut saat ini rusak parah karena tertimpa pohon yang ditebang dan dilewati oleh kendaraan pengangkut kayu tebangan. Puluhan batu nisan terlihat dalam kondisi tercabut dan dalam keadaan patah.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler